Connect With Us

BPBD Sebut Hujan di Jabodetabek karena Modifikasi Cuaca 

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 19 September 2023 | 16:19

Kondisi hujan di kawasan Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Selasa, 19 September 2023 (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah )

TANGERANGNEWS.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyebut hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Selasa, 19 September 2023, merupakan hasil modifikasi cuaca.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji. Modifikasi tersebut bekerja sama dengan BNPB, BMKG, dan Tim Water Mist Spraying. 

"Dua hari terakhir tim water mist spraying di bawah koordinasi BNPB juga melakukan semai awan menggunakan larutan CaCl2," ujar Asnawi dikutip dari medcom.id, Selasa, 19 September 2023.

Asnawi memaparkan, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah dilakukan sejak 16 September hingga 17 September dengan menggunakan total larutan CaCl2 sebanyak 1.500 liter di semua awan wilayah Depok dan Tangerang Selatan (Tangsel). 

"Tanggal 17 September semua awan di Bogor, Depok, dan Tangsel dengan total larutan CaCl2 sebanyak 1.500 liter," jelasnya. 

Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Tangerang Selatan diguyur hujan pada pukul 13.00 WIB selama kurang lebih satu jam.

Guyuran hujan pun sempat membuat beberapa kawasan tergenang air. Salah satunya di Jalan Raya Merdeka Cimone, Kota Tangerang.

BISNIS
Kopi Jembatan Berendeng Racikan Siswa PKBM Jadi Oleh-oleh Baru Kota Tangerang

Kopi Jembatan Berendeng Racikan Siswa PKBM Jadi Oleh-oleh Baru Kota Tangerang

Senin, 2 Februari 2026 | 23:00

Kota Tangerang baru saja kedatangan primadona baru di dunia kuliner dan buah tangan. Kopi Tangerang Cap Jembatan Berendeng (CJB) hadir sebagai ikon oleh-oleh yang lahir dari semangat edukasi dan kewirausahaan anak muda.

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill