Menelisik Board of Peace Gaza Palestina Ala Trump
Jumat, 30 Januari 2026 | 20:34
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TANGERANGNEWS.com- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang mengalami kenaikan hingga menyentuh angka 79,13 persen dengan sedikit selisih dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Hal ini menjadikan Kota Tangerang menempati posisi kedua dalam rata-rata capaian IPM tertinggi di Provinsi Banten.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tangerang Deni Koswara mengatakan, IPM merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur hasil pembangunan di Kota Tangerang.
“IPM ini digunakan untuk melihat realisasi program pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen kualitas hidup, seperti kesehatan, pengetahuan, dan kehidupan yang layak," ujarnya Selasa, 17 Oktober 2023.
Deni mengklaim, capaian ini menunjukkan proses pembangunan di Kota Tangerang sejauh ini telah berjalan dengan sangat baik.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, capaian IPM di Kota Tangerang terus mengalami kenaikan mulai dari 2018 realisasi IPM mencapai 77,92 persen, tahun 2019 mencapai 78,43 persen, tahun 2020 mencapai 78,25 persen, tahun 2021 mencapai 78,50 persen, tahun 2022 mencapai 78,90 persen, dan terbaru pada tahun 2023 mencapai 79,13 persen.
"Berdasarkan data tersebut, Pemkot Tangerang dinilai berhasil menunjukkan perkembangan yang positif dalam realisasi pembangunannya," tukasnya.
Upaya Amerika untuk menguasai timur tengah, dengan menjadikan Israel sebagai penjaga kepentingannya di Timur tengah, tidak berjalan mulus.
TODAY TAGKeributan antar suporter mewarnai berlangsungnya pertandingan pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan Persita Tangerang vs Persija Jakarta di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang pada Jumat 30 Januari 2026.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mulai memperkuat fasilitas kesehatan (faskes) sebagai upaya mengantisipasi potensi temuan penyebaran virus Nipah di wilayahnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews