Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026
Senin, 6 Juli 2026 | 12:59
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TANGERANGNEWS.com- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang mengalami kenaikan hingga menyentuh angka 79,13 persen dengan sedikit selisih dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Hal ini menjadikan Kota Tangerang menempati posisi kedua dalam rata-rata capaian IPM tertinggi di Provinsi Banten.
Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tangerang Deni Koswara mengatakan, IPM merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur hasil pembangunan di Kota Tangerang.
“IPM ini digunakan untuk melihat realisasi program pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen kualitas hidup, seperti kesehatan, pengetahuan, dan kehidupan yang layak," ujarnya Selasa, 17 Oktober 2023.
Deni mengklaim, capaian ini menunjukkan proses pembangunan di Kota Tangerang sejauh ini telah berjalan dengan sangat baik.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, capaian IPM di Kota Tangerang terus mengalami kenaikan mulai dari 2018 realisasi IPM mencapai 77,92 persen, tahun 2019 mencapai 78,43 persen, tahun 2020 mencapai 78,25 persen, tahun 2021 mencapai 78,50 persen, tahun 2022 mencapai 78,90 persen, dan terbaru pada tahun 2023 mencapai 79,13 persen.
"Berdasarkan data tersebut, Pemkot Tangerang dinilai berhasil menunjukkan perkembangan yang positif dalam realisasi pembangunannya," tukasnya.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TODAY TAGDalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews