Connect With Us

Dinkes Sebut Cacar Monyet Tak Menyebar di Tangerang

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 24 Oktober 2023 | 16:08

Ilustrasi cacar monyet. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) menyebut hingga saat ini tidak ditemukan adanya kasus positif monkeypox atau cacar monyet di wilayah Kota Tangerang.

Diketahui, belakangan ini di DKI Jakarta telah ditemukan tujuh kasus positif cacar monyet dengan mayoritas diderita oleh laki-laki berusia produktif 25-39 tahun, sehingga menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni menjelaskan, cacar monyet adalah penyakit akibat virus yang dapat ditularkan melalui hewan yang terinfeksi maupun orang ke orang.

Dini memaparkan, penularan cacar monyet umumnya melewati kontak dari darah, cairan tubuh atau lesi pada kulit atau mukosa, tak terkecuali berasal dari hewan yang terinfeksi

Dikatakan Dini, penularan virus ini terbilang cepat, misalnya cairan tubuh atau luka penderita menyentuh benda yang terkontaminasi seperti pakaian atau sprei dan apabila orang sehat menyentuhnya, maka dapat tertular juga. 

"Jadi, penyebarannya cukup cepat dan mudah," ujarnya, Rabu, 25 Oktober 2023.

Lanjut Dini, gejala cacar monyet serupa dengan gejala cacar air, seperti demam tinggi 38 derajat celsius, nyeri otot, pusing, kelelahan hingga timbulnya lesi cacar, koreng atau benjolan berisi air atau nanah pada tubuh. 

Namun yang membedakan, cacar monyet menimbulkan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

"Pada umumnya, ini akan berlangsung selama dua hingga empat minggu," imbuhnya.

Oleh karena itu, Dini mengimbau agar masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Hal ini mencakup untuk menghindari perilaku seks berisiko. Sebab, berdasarkan catatan sebagian besar kasus terjadi pada populasi berisiko (LSL, memiliki orientasi biseksual, HIV positif).

"Jika mengalami gejala-gejala tersebut langsung mendatangi fasilitas layanan kesehatan atau rumah sakit terdekat agar segera ditangani oleh tenaga kesehatan," pungkasnya.

BANTEN
Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Rabu, 22 April 2026 | 23:15

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran SPMB Banten 2026 Segera Dibuka, Ini Perbedaan Jalur SMA, SMK, dan SKh

Pendaftaran SPMB Banten 2026 Segera Dibuka, Ini Perbedaan Jalur SMA, SMK, dan SKh

Kamis, 23 April 2026 | 18:53

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten segera membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) Negeri Tahun Ajaran 2026/2027.

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

KOTA TANGERANG
Dari Rawa Air Menggenang, Begini Asal Usul Nama Cipondoh di Tangerang

Dari Rawa Air Menggenang, Begini Asal Usul Nama Cipondoh di Tangerang

Kamis, 23 April 2026 | 18:38

Cipondoh merupakan salah satu kelurahan yang cukup besar dan berkembang di Kota Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill