Connect With Us

Bukan Tabur Garam, BPBD Kota Tangerang Beri Tips Cegah Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan

Fahrul Dwi Putra | Senin, 8 Januari 2024 | 21:13

Proses evakuasi ular sanca di Gang Kancil, Kelurahan Nerogtog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, dikejutkan dengan penemuan ular sanca pada Minggu, 05 November 2023. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat sebanyak 17 laporan warga terkait kemuculan ular di pekarangan rumahnya selama musim hujan sejak Desember 2023.

Masifnya kemunculan ular-ular tersebut seiring dengan meningkatnya volume air akibat curah hujan tinggi, baik di tanah maupun permukaan sehingga hewan tanah seperti ular atau cacing tanah akan keluar karena tempat tinggalnya digenangi air.

"Selain itu, pada awal musim hujan merupakan musim telur ular menetas baik ular berbisa maupun ular biasa," jelas Kepala BPBD Kota Tangerang Maryono Hasan pada Senin, 8 Januari 2024.

Terkait hal itu, Maryono memberikan tips sederhana guna mencegah ular masuk ke dalam rumah. Misalnya saja, selalu menjaga rumah dalam keadaan bersih, kemudian hindari tumpukan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat tinggal ular.

Masyarakat juga diimbau agar lebih rutin membuang sampah agar tidak memicu datangnya tikus yang merupakan makanan ular. Lalu, pastikan sinar matahari masuk ke dalam rumah, ventilasi ruangan bagus, sirkulasi udara baik sehingga tidak ada kelembapan yang disukai ular. 

"Tidak perlu menabur garam, karena garam tidak akan efektif. Jika ternyata di rumah ditemukan ular jangan panik, tetap waspada dan laporkan ke tim BPBD untuk mengevakuasi secara aman," pungkasnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

BANTEN
Sarang Walet, Kepiting dan Manggis Asal Banten Diekspor Senilai Rp40,8 Miliar

Sarang Walet, Kepiting dan Manggis Asal Banten Diekspor Senilai Rp40,8 Miliar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:04

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melepas ekspor komoditas unggulan asal Provinsi Banten senilai Rp40,8 miliar melalui Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat 21 Agustus 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill