Connect With Us

Pemegang Kartu Multiguna Terbanyak di Kecamatan Neglasari

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 15 Mei 2011 | 14:59

Kabid Pengembangan Sumber Daya Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Ninik Amalia (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS.com-Meskipun orang miskin telah ditanggung pemerintah di bidang kesehatan, ternyata penyebaran kartu Multiguna belum merata. Itu terlihat dari pemegang kartu tersebut yang masih sangat sedikit.
 
Dari sekitar 1,7 juta warga di Kota Tangerang,  hanya 366.087 warga  yang memiliki kartu Multiguna (kartu berobat gratis)  sehingga belum  semua bisa berobat  gratis.
 
 Padahal jumlah penduduk miskin di Kota Tangerang lebih dari 30 persen. Menurut Kabag Humas Pemkot Tangerang, Mayoris Namaga, sedikitnya penduduk miskin di Kota Tangerang yang memiliki kartu Multiguna, karena keterbatasan anggaran dan umumnya mereka yang  ingin memiliki kartu Multiguna itu tidak memiliki kelengkapan persyaratan, seperti surat dari keterangan miskin dari RT, RW, Lurah dan Camat.
 
"Kami hanya memiliki anggaran Rp10 miliar untuk membayar biaya perawatan atas pemegang kartu Multiguna. Jumlah anggaran tersebut termasuk tinggi dibandingkan dengan tahun 2010 lalu Rp9,9 miliar,” ujar Maryoris, akhir pekan lalu didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Lily Indrawati.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tangerang,  366.087 warga tersebut tersebar di 13 kecamatan, masing-masing rinciannya  adalah Kecamatan Cibodas 19.625 jiwa, Karang Tengah 20.702 jiwa, Tangerang 21.778 jiwa, Ciledug 23.460 jiwa, Larangan 23.460 jiwa, Batu Ceper 26.499 jiwa, Cipondoh 27.074 jiwa, Benda 24.792 jiwa, Jati Uwung 18.996 jiwa, Karawaci 44.825 jiwa, Pinang 29.246 jiwa, Priuk 30.746 jiwa dan kecamatan yang paling banyak adalah  Neglasari 55.182 jiwa.
 
Sementara itu Kabid Pengembangan Sumber Daya Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Ninik Amalia, penyerapan anggaran itu cukup bagus, paling tidak setiap hari ada sekitar 50-an orang yang rawat jalan, dan 40-an orang rawat inap.
 
Dalam memberi pelayanan kepada pemegang kartu Multiguna, kata Ninik, pihaknya tidak pernah memberi batasan bagi penyakit yang diderita warga. Bahkan untuk menjangkau warga di 13 kecamatan, pihaknya bekerjasama dengan 22 rumah sakit  (termasuk RSCM) dan klinik di Kota Tangerang. "Jadi kalau ada rumah sakit yang penuh, bisa merujuk pada rumah sakit lain," ujarnya. (DRA)
TANGSEL
Tangsel Tuan Rumah Porprov Banten, Venue Pertandingan Malah di Daerah Lain

Tangsel Tuan Rumah Porprov Banten, Venue Pertandingan Malah di Daerah Lain

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:09

Status Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten pada November 2026 menuai tanda tanya.

KAB. TANGERANG
Pelaku Intoleransi di Tangerang Jadi Tersangka, Stafsus Menag: Tidak Boleh Ada Intimidasi dalam Beragama

Pelaku Intoleransi di Tangerang Jadi Tersangka, Stafsus Menag: Tidak Boleh Ada Intimidasi dalam Beragama

Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:58

Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) Gugun Gumilar memberikan apresiasi atas langkah tegas aparat kepolisian dalam menangani kasus pembubaran jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg, Kabupaten Tangerang

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill