Connect With Us

Pedagang Emas Pasar Anyar Mengaku Omzetnya Meningkat Usai Direlokasi ke Mal Metropolis

Yanto | Kamis, 1 Februari 2024 | 20:44

Toko Mas Sinar Jaya didatangi sejumlah pelanggan usai direlokasi dari Pasar Anyar ke Mal Metropolis, Kamis, 01 Februari 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pedagang perhiasan emas mengaku omzetnya meningkat setelah direlokasi dari Pasar Anyar ke Mal Metropolis, Cikokol, Kota Tangerang.

Seperti yang diungkapkan Robie Handaya Hidayat, pedagang dari Toko Mas Sinar Jaya, Kamis, 01 Februari 2024. Ketika pindah karena ada program revitalisasi Pasar Anyar, awalnya ia merasa khawatir dagangannya akan sepi pelanggan.

Namun setelah beberapa minggu berjalan, ia merasa omzetnya justru mengalami peningkatan.

"Jadi nyaman jualan di sini, suasananya juga bersih, pengunjung bertambah di bandingkan di Pasar Anyar," katanya.

Adapun terkait biaya IPL berdasarkan informasi yang beredar sebesar Rp800 ribu per bulan, ditegaskan Robie itu tidak benar.

Pedagang hanya dikenakan Rp300 ribu per bulan, sesuai dengan yang dijanjikan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

"IPL Rp800 ribu itu hoaks. Pastinya yang bayar segitu itu yang sewa mandiri, bukan ikut anjuran dari pemerintah. Seandainya kalau ikut pemerintah, cuma bayar sesuai perjanjian sebesar Rp300 ribu," tegasnya.

Menurutnya, harga IPL sama dengan pedagang pakaian. Hanya saja, toko emas ada tambahan sedikit biaya untuk listrik.

"Itu wajar, toko emas pakai pernak-pernik pernik lampu tambahan, cuma kendalanya di sini angkutan umum saja yang kurang memadai," ujar Robie.

Ia juga berharap para pedagang yang masih bertahan di Pasar Anyar karena takut tidak laku, untuk segera ikut pindah ke Metropolis. "Saya berharap buat pedagang kering masih bertahan bisa pindah. Untuk kedepannya mungkin bisa ramai seperti Tangcity Mal," jelasnya.

OPINI
Kritik Perempuan Bukan Ancaman, Tapi Cermin Negara

Kritik Perempuan Bukan Ancaman, Tapi Cermin Negara

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:42

Setiap kali perempuan bersuara mengkritik pemerintah, negara selalu mengatakan hal yang sama: kritik itu sah, demokrasi dijamin. Tapi kenyataan di lapangan sering berkata sebaliknya.

TANGSEL
Bermasalah Soal Perizinan, Pemkab Bogor Hentikan Olah Sampah dari Tangsel di Cileungsi

Bermasalah Soal Perizinan, Pemkab Bogor Hentikan Olah Sampah dari Tangsel di Cileungsi

Rabu, 14 Januari 2026 | 09:43

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghentikan sementara aktivitas pengolahan sampah domestik yang dikirim dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill