Aplikasi Bantu Cari Jadi Solusi Digital Lacak Barang hingga Orang Hilang
Jumat, 9 Januari 2026 | 15:33
Kehilangan barang, hewan peliharaan, hingga anggota keluarga kini tak lagi harus dihadapi sendirian.
TANGERANGNEWS.com-Warga terdampak kebocoran gas pabrik es di Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang yang dirawat rumah sakit sudah mulai berkurang. Dari 55 orang yang sempat dirawat, kini tersisa 11 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Dini Anggraeni menuturkan, tersisa 11 pasien yang masih menjalani rawat inap.
Dua di antaranya masih di rawat di ICU RSU Kabupaten Tangerang dan RS Hermina. Sembilan pasien dirawat biasa di empat rumah sakit yakni RS Arrahmah, RSSA Karawaci, RSUD Kabupaten Tangerang dan RS Hermina Tangerang.
“Alhamdulillah dari puluhan pasien yang dirujuk, saat ini sebagian besar kondisinya sudah pulih dan kembali ke rumah. Kondisi 11 pasien yang masih dirawat sudah ditangani tim medis dan dalam pantauan dokter, sampai dinyatakan sembuh dan kembali pulih,” jelasnya, Rabu 7 Februari 2024.
Dalam penanganan ini, perusahaan pabrik es tersebut bertanggung jawab sepenuhnya, termasuk biaya yang tidak tercover dengan asuransi kesehatan masyarakat atau BPJS.
Ia pun menjelaskan, dalam kejadian ini Dinkes Kota Tangerang bersama Puskesmas Karawaci Baru, Puskesmas Pabuaran dan Puskesmas Pasar Baru telah membuka posko kesehatan.
Tercatat, pasien yang ditangani dalam posko kesehatan tersebut sebanyak 45 warga.
Mereka yang ditangani di posko merupakan warga terdampak dengan keluhan ringan, seperti sesak napas dan mata perih.
"Pasca ditangani dengan obat-obatan dan instalasi farmasi yang tersedia, Alhamdulillah pulih tanpa perlu dirujuk,” katanya.
Setelah insiden ini, Dinkes Kota Tangerang melalui tim Cageur Jasa akan melakukan penyisiran dan pengecekan kesehatan warga di sekitar pabrik es tersebut.
“Lewat program Cageur Jasa, seluruh petugas kesehatan yang tersedia akan memastikan secara langsung kondisi kesehatan warga secara door to door,” tutupnya.
TODAY TAGKehilangan barang, hewan peliharaan, hingga anggota keluarga kini tak lagi harus dihadapi sendirian.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews