Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membantah adanya isu kenaikan retribusi dan biaya operasional di tempat relokasi pedagang Pasar Anyar, tepatnya Mal Metropolis.
Hal itu diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin dalam pernyataannya. Menurut Nurdin, hal itu hanya kesalahpahaman.
"Saya verifikasi, saya cek langsung ternyata tidak ada kenaikan retribusi," tegasnya pada Sabtu, 16 Maret 2024.
Nurdin menjelaskan, biaya retribusi di lokasi relokasi masih sesuai peraturan awal di Pasar Anyar.
Adapun biaya tambahan muncul disebabkan penggunaan listrik dan air, yang bervariasi tergantung penggunaan masing-masing pedagang.
Sementara itu, Salah Satu Toko Emas Robi Handaya menyebut tempat relokasi yang ditempatinya tidak mengalami kenaikan retribusi.
Kata Robi, selama pindah beberapa bulan lalu, belum ada peningkatan biaya retribusi. Terkait adanya beberapa biaya yang mahal, ia menduga ada pedagang menggunakan jalur mandiri, yakni mereka yang sudah mendapat kios dan menyewa secara mandiri.
"Ini sangat murah seperti biasa di Pasar Anyar," ucapnya.
Hal senada diungkapkan salah satu pedagang fesyen Toko Mulia Tono. Dirinya telah lama pindah ke lokasi tersebut, namun belum mendapati peningkatan retribusi.
"Saya juga udah lama di sini, lebih nyaman dan alhamdulillah retribusi juga tidak ada peningkatan ya, masih sama seperti dulu," pungkasnya.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGKini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Gudang milik perusahaan eksportir sawit, PT MMS, di Kawasan Pergudangan Laksana, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, digeledah tim penyidik dari Bareskrim Polri.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews