Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com-Aksi suami bakar istri mudanya di Gang Haji Hadi, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, diduga karena cemburu buta.
Romli Ketua RT setempat membenarkan telah terjadi pembakaran yang dilakukan pelaku berinisial S, 41, kepada, RD, 23, yang merupakan istri ketiganya.
Dari informasi yang beredar, si istri masih suka main ke luar rumah dan menitipkan anaknya kepada mertua, sehingga pelaku merasa cemburu.
"Katanya karena faktor cemburu, istrinya masih muda karena sering main keluar entah ke mana, ditambah mempunyai anak kecil sekitar umur 8 bulan dan sering dititipkan ke orang tua pelaku," jelasnya di lokasi, Senin 1 Juli 2024.
Sementara itu, Edi tetangga korban, peristiwa itu berawal ketika korban meminta tolong untuk mendobrak pintu kontrakan tempat mereka tinggal, sebab anaknya ingin masuk untuk istirahat.
Kemudian, pelaku tersulut emosi hingga terjadi pertengkaran hebat di depan kontrakan.
"Ternyata saat itu korban sudah bawa bensin, kita tidak tahu kalo bensin itu buat menyiram istrinya. Saya kira buat isi bensin motor, malah buat bakar orang," kata Edi.
Korban saat ini telah dibawa ke RS Sari Asih Cipondoh untuk dilakukan perawatan. Sementara pelaku sudah diamankan pihak Kepolisian dan sedang dilakukan pemeriksaan.
DIketahui sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu 30 Juni 2024 sekitar pukul 20.30 WIB. Seorang istri yang baru saja pulang dari luar, saat sampai rumah terjadi pertengkaran hebat dengan suaminya.
Para tetangga yang melihat hal itu sempat mencoba melerai mereka. Namun di tengah cek cok, pelaku menyiram istrinya dengan bensin dan langsung membakarnya. Korban diselamatkan tetangganya yang memadamkan api dengan air dan kain basah.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews