Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com- Bus Tayo Kota Tangerang merupakan salah satu transportasi umum yang banyak digunakan oleh warga Kota Tangerang lantaran aksesnya mudah dan harganya sangat murah.
Namun, mulai September 2024 PT Tangerang Nusantara Global selaku pengelola Bus Tayo telah resmi menghentikan penerimaan pembayaran tunai untuk semua layanan bus.
Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Utama PT TNG, Muhammad Rizal, Kamis, 19 September 2024.
"Mulai September dan seterusnya, Bus Tayo hanya melayani transaksi nontunai. Yakni, pembayaran melalui Qris, kartu uang elektronik seperti Brizzi, Flazz, TapCash dan e-Money," jelas Rizal.
Rizal mengimbau, seluruh pengguna Bus Tayo untuk mempersiapkan metode pembayaran nontunai sebelum naik bus.
Menurutnya, dengan cara ini proses pembayaran menjadi lebih praktis dan efisien.
Penumpang cukup memindai kode QR Qris dengan ponsel atau men-tap kartu elektronik mereka di mesin TOB (Tap On Bus) yang tersedia di setiap bus.
Selanjutnya, ongkos sebesar Rp2 ribu yang dibayarkan melalui metode nontunai ini langsung masuk ke kas daerah atau PT TNG sebagai pengelola Bus Tayo.
Lanjut Rizal, sebetulnya sistem pembayaran nontunai ini sudah diterapkan sejak 2023, namun masih banyak penumpang yang membayar tunai kepada sopir. Setelah pengumuman ini, nantinya kebiasaan membayar tunai atau cash tersebut tidak lagi diperbolehkan.
"Ayo sama-sama terlibat dalam perubahan ini, untuk transformasi yang lebih baik dan nyaman di Kota Tangerang," katanya.
Selain itu, PT TNG juga mengajak penumpang untuk menginstal dan menggunakan aplikasi Trans Tangerang.
Aplikasi ini akan memberikan berbagai informasi penting terkait Bus Tayo, seperti rute, lokasi halte, jam operasional, hingga petunjuk perjalanan, semuanya dalam satu genggaman.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews