Connect With Us

Waduh! Naik Bus Tayo Tak Bisa Lagi Bayar Pakai Cash

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 19 September 2024 | 19:30

Bus Tayo Kota Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com- Bus Tayo Kota Tangerang merupakan salah satu transportasi umum yang banyak digunakan oleh warga Kota Tangerang lantaran aksesnya mudah dan harganya sangat murah.

Namun, mulai September 2024 PT Tangerang Nusantara Global selaku pengelola Bus Tayo telah resmi menghentikan penerimaan pembayaran tunai untuk semua layanan bus. 

Pengumuman ini disampaikan oleh Direktur Utama PT TNG, Muhammad Rizal, Kamis, 19 September 2024.

"Mulai September dan seterusnya, Bus Tayo hanya melayani transaksi nontunai. Yakni, pembayaran melalui Qris, kartu uang elektronik seperti Brizzi, Flazz, TapCash dan e-Money," jelas Rizal.

Rizal mengimbau, seluruh pengguna Bus Tayo untuk mempersiapkan metode pembayaran nontunai sebelum naik bus. 

Menurutnya, dengan cara ini proses pembayaran menjadi lebih praktis dan efisien. 

Penumpang cukup memindai kode QR Qris dengan ponsel atau men-tap kartu elektronik mereka di mesin TOB (Tap On Bus) yang tersedia di setiap bus.

Selanjutnya, ongkos sebesar Rp2 ribu yang dibayarkan melalui metode nontunai ini langsung masuk ke kas daerah atau PT TNG sebagai pengelola Bus Tayo. 

Lanjut Rizal, sebetulnya sistem pembayaran nontunai ini sudah diterapkan sejak 2023, namun masih banyak penumpang yang membayar tunai kepada sopir. Setelah pengumuman ini, nantinya kebiasaan membayar tunai atau cash tersebut tidak lagi diperbolehkan.

"Ayo sama-sama terlibat dalam perubahan ini, untuk transformasi yang lebih baik dan nyaman di Kota Tangerang," katanya.

Selain itu, PT TNG juga mengajak penumpang untuk menginstal dan menggunakan aplikasi Trans Tangerang. 

Aplikasi ini akan memberikan berbagai informasi penting terkait Bus Tayo, seperti rute, lokasi halte, jam operasional, hingga petunjuk perjalanan, semuanya dalam satu genggaman.

TANGSEL
Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:47

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) menunda rekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, hingga waktu yang belum ditentukan.

KAB. TANGERANG
Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:36

Guna meningkatkan produktivitas padi sawah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill