Connect With Us

Berdayakan Perempuan, Srikandi PLN Banten Galakkan Women Support Women

Fahrul Dwi Putra | Senin, 30 September 2024 | 10:08

Srikandi PLN UID Banten menggelar kegiatan 'Women Support Women' berupa pelatihan handycraft bagi komunitas ibu-ibu di Kecamatan Priuk, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar kegiatan Srikandi Movement 'Women Support Women' berupa pelatihan handycraft bagi komunitas ibu-ibu di Kecamatan Priuk, Kota Tangerang.

Program yang diinisiasi pegawai perempuan PLN ini bertujuan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya bagi kelompok perempuan, guna mencapai kemandirian ekonomi. 

Diketahui, program ini telah memberikan manfaat kepada sedikitnya 10 UMKM yang menerima pelatihan dalam berbagai jenis kerajinan tangan. 

Srikandi Movement diharapkan menjadi gerakan para karyawati PLN untuk berkontribusi dalam menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan melalui berbagi ilmu, keahlian, dan tenaga kepada masyarakat sekitar.

General Manager PLN UID Banten Moch. Andy Adchaminoerdin menjelaskan, program ini adalah bagian dari komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) yang bertujuan mendukung pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kami percaya kegiatan ini merupakan salah satu cara efektif untuk meningkatkan perekonomian lokal. Program ini akan dikawal agar implementasinya terealisasi secara berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih luas," ujar Andy.

Ketua Srikandi PLN UID Banten Anis Lathifa Widya menyampaikan, program ini merupakan langkah awal dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan Srikandi PLN. 

Di masa mendatang, akan ada pembinaan dan pendampingan lebih lanjut, agar dampak positif dari program ini benar-benar terasa.

"Dengan adanya program ini kita berharap dapat memberdayakan kaum perempuan di Wilayah Kerja PLN UID Banten agar lebih kreatif dan produktif lagi sehingga diharapkan dapat memberikan income tambahan untuk kemandirian ibu-ibu peserta pelatihan," tambah Anis.

Sementara itu, Ketua Yayasan Komunitas Tangerang Berdaya Selvia Afredita Dira Melani mengapresiasi inisiatif PLN dalam mendukung program pelatihan kerajinan tangan ini. 

Menurutnya, program ini sangat membantu mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, khususnya kalangan perempuan.

"Para perempuan tidak hanya mendapatkan keterampilan dalam membuat kerajinan tangan tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat," tutup Selvia.

TANGSEL
Simak Syarat dan Kriteria Penerima Bantuan Bedah Rumah di Kota Tangsel

Simak Syarat dan Kriteria Penerima Bantuan Bedah Rumah di Kota Tangsel

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menetapkan regulasi dan kriteria terperinci bagi masyarakat yang hendak mengakses program bantuan perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH).

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

BANTEN
Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:57

Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill