Connect With Us

Pemkot Tangerang Libatkan Peran Ulama dalam Kebijakan

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 22 Oktober 2024 | 09:15

Pj Wali Kota Tangerang Nurdin saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, yang digelar di The Jayakarta Suite Hotel Bandung. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melibatkan peran ulama dalam menyusun kebijakan untuk mewujudkan masyarakat yang berakhlakul karimah. 

Hal ini diungkapkan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, yang digelar di The Jayakarta Suite Hotel Bandung.

Menurut Nurdin, peran ulama sangat penting dalam menjaga dan membimbing umat, terutama di era disrupsi seperti saat ini, sehingga ulama diharapkan menjadi benteng yang mampu menjaga nilai-nilai agama di tengah perubahan zaman yang cepat. 

"Yang ujung muaranya adalah mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang berakhlakul karimah," ungkapnya.

Untuk mencapai hal tersebut, kolaborasi dan sinergi antara Pemkot Tangerang dan MUI perlu terus diperkuat. Nurdin menjelaskan, fondasi sosial dan keagamaan harus dijaga dengan baik, baik melalui kajian keagamaan, fatwa, maupun penyelesaian berbagai persoalan umat.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Tangerang adalah melalui program-program keagamaan yang melibatkan langsung ulama dan masyarakat. Beberapa program yang sudah berjalan di antaranya "Pelajar Tangerang Mengaji" yang telah mendapat apresiasi luas, serta acara keagamaan seperti Festival Al-A'zhom, Festival Maulid, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), dan pengajian rutin antara ulama dan umaro.

Pemkot juga memberikan dukungan nyata kepada MUI dengan menyalurkan dana hibah yang dialokasikan untuk lembaga-lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, masjid, musala, dan majelis taklim. 

Selain itu, ada juga program pemberian insentif bagi amil, guru ngaji, dan marbot masjid, dengan stimulan sebesar Rp350 ribu per bulan yang rutin diberikan di seluruh kecamatan di Kota Tangerang.

Nurdin berharap MUI Kota Tangerang bisa melahirkan inovasi baru dalam syiar Islam dan pemberdayaan umat. Terlebih di era digital, MUI diharapkan dapat memanfaatkan teknologi untuk mendakwahkan ajaran Islam kepada khalayak yang lebih luas.

"MUI dapat lebih inovatif dalam mensosialisasikan program-programnya yang telah berjalan dengan sangat baik serta dapat berdakwah melalui transformasi dan pemanfaatan digitalisasi  sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan," tutup Nurdin.

BANTEN
Tekanan Keuangan Jadi Alasan Pabrik Baja PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon Hentikan Operasi

Tekanan Keuangan Jadi Alasan Pabrik Baja PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon Hentikan Operasi

Kamis, 5 Februari 2026 | 12:43

Aktivitas produksi PT Krakatau Osaka Steel di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, resmi terhenti. Perusahaan baja hasil kerja sama antara Osaka Steel Co, Ltd. dari Jepang dan PT Krakatau Steel (Persero) itu memutuskan menutup pabriknya

KOTA TANGERANG
Dicibir Netizen, Pemkot Tangerang Jelaskan Alasan Perbaikan Jalan Rusak Pakai Paving Block

Dicibir Netizen, Pemkot Tangerang Jelaskan Alasan Perbaikan Jalan Rusak Pakai Paving Block

Rabu, 4 Februari 2026 | 23:51

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjelaskan alasan penggunaan paving block untuk memperbaiki jalan rusak di Kota Tangerang.

BISNIS
Kopi Jembatan Berendeng Racikan Siswa PKBM Jadi Oleh-oleh Baru Kota Tangerang

Kopi Jembatan Berendeng Racikan Siswa PKBM Jadi Oleh-oleh Baru Kota Tangerang

Senin, 2 Februari 2026 | 23:00

Kota Tangerang baru saja kedatangan primadona baru di dunia kuliner dan buah tangan. Kopi Tangerang Cap Jembatan Berendeng (CJB) hadir sebagai ikon oleh-oleh yang lahir dari semangat edukasi dan kewirausahaan anak muda.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill