Connect With Us

Program 3G Pemkot Tangerang Jadi Kekuatan Bangun SDM Berkualitas

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 15 April 2025 | 03:27

Ahmad Syailendra, Pengamat/Peneliti Pusat Studi Pemilu dan Partai Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (PSP3 UMJ). (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tengah gencar menjalankan program 3G (Gampang Sembako, Gampang Kerja, Gampang Sekolah) untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, pendidikan, dan lapangan pekerjaan.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan program 100 hari kerja Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono. 

Pengamat/Peneliti Pusat Studi Pemilu dan Partai Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (PSP3 UMJ) Ahmad Syailendra menilai secara kebijakan, program 3G sangat bagus.

Ia pun meyakini program tersebut akan berjalan dengan baik, dengan keseriusan pimpinan daerah yang didukung perangkat dinas di bawahnya.

"Kalau memang bisa menjalankan dengan serius, ini akan menjadi kekuatan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas di Kota Tangerang," ujarnya, Selasa 15 April 2025.

Ahmad Syailendra juga mendukung percepatan realisasi program 3G, terutama Gampang Sekolah dan Gampang Kerja yang diharapkan dapat meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM) sekolah dan penurunan angka pengangguran.

Ia menyebut, berdasarkan data BPS Kota Tangerang dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023, kuantitas pendidikan dari setiap jenjang ke tingkatan selanjutnya untuk SD sebesar 99,34%, SMP 83%, SMA 64% dan Perguruan tinggi hanya 27,76 %.

"Saat ini, sekolah di Kota Tangerang sudah digratiskan sampai tingkat SMA, itu bisa menambah stimulus frekuensi kelulusan. Dengan Gampang Sekolah ini, diharapkan banyak warga bisa menikmati sekolah, minimal sampai tingkat SMA," katanya.

Selain pendidikan, kata Ahmad Syailendra, masalah ketenaga kerjaan juga menjadi tantangan. Menurut data BPS Provinsi Banten Tahun 2023, jumlah Angkatan Kerja di Kota Tangerang adalah 876,844 jiwa. Sementara tingkat pengangguran di Kota Tangerang adalah 6,67% atau 63,530.

Karena itu, sebagai daerah 1001 industri, menurutnya Pemkot Tangerang harus bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan menggandeng kelompok pengusaha. Kemudian menggerakkan pekerja informal seperti konten kreator atau influencer, sehingga program Gampang Kerja berjalan dengan baik.

"Keran investasi juga harus dibuka seluas-luasnya, agar dapat menambah lapangan pekerjaan," ujarnya.

Terakhir, Ahmad Syailendra menekankan agar wali kota dan wakilnya dapat mentransformasikan serta mengawal program 3G kepada para organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga benar-benar direalisasikan di lapangan.

"Jadi kepala daerah harus pastikan dinas-dinas terkaitnya kerja atau tidak. Kalau konsepnya bagus, tapi tidak bisa diterjemahkan ke perangkat daerah, nanti sayang programnya tidak berjalan," ucapnya.

Untuk diketahui, Pemkot Tangerang telah melaksanakan program On The Job Training (OJT) yang merupakan bagian dari Gampang Kerja.

Dalam program ini, Pemkot menggandeng berbagai perusahaan swasta dan industri untuk memberi pelatihan khusus kepada para pencari kerja (pencaker).

Ada sekitar 580 pencaker yang ditargetkan mengikuti program OJT selama satu bulan penuh di lingkungan kerja masing-masing.

Sementara untuk Gampang Sekolah, sebanyak 136 sekolah swasta di Kota Tangerang, yang terdiri dari 65 SD swasta/sederajat dan 71 SMP swasta/sederajat, ditarget menerima bantuan non-personal dengan total anggaran lebih dari Rp56 miliar.

Selain itu, program Tangerang Cerdas juga memberikan bantuan personal untuk siswa SD sebesar Rp10 miliar dan untuk SMP sebesar Rp6 miliar.

Bantuan tersebut mencakup kebutuhan personal siswa seperti seragam, tas, sepatu, dan lainnya, yang diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar mengajar.

Tak hanya sekolah formal, dukungan juga diberikan untuk lembaga pendidikan non-formal melalui hibah senilai Rp15,5 miliar, yang disalurkan kepada 200 lembaga keagamaan di Kota Tangerang.

Adapun terkait Gampang Sembako dihadirkan untuk masyarakat lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan sembako di bawah harga pasaran, mulai dari beras, telur, minyak hingga cabai dan bawang. Program ini digelar secara bergiliran di 13 kecamatan Kota Tangerang.

SPORT
Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Senin, 3 Agustus 2026 | 22:17

Ajang kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Rajawali Junior League (RJL) 2026 siap digulirkan oleh RTV pada 29–30 Agustus 2026 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

BANDARA
Kursi Penerbangan Capai 3,32 Juta, Bandara Soetta Tempati Peringkat Kedua Tersibuk di Asia Tenggara

Kursi Penerbangan Capai 3,32 Juta, Bandara Soetta Tempati Peringkat Kedua Tersibuk di Asia Tenggara

Jumat, 7 Agustus 2026 | 21:30

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang mencatatkan posisi sebagai bandara tersibuk kedua di kawasan Asia Tenggara, berdasarkan laporan OAG Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026.

HIBURAN
Suzuki XL7 Jadi Mobil Paling Banyak Dicoba Pengunjung GIIAS 2026

Suzuki XL7 Jadi Mobil Paling Banyak Dicoba Pengunjung GIIAS 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:59

Suzuki XL7 terbaru menjadi salah satu mobil yang paling banyak menarik perhatian pengunjung selama ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill