Connect With Us

Sering Diabaikan, Dokter Tangerang Ingatkan Bahayanya Komplikasi Kehamilan 

Fahrul Dwi Putra | Senin, 26 Mei 2025 | 17:33

Ilustrasi ibu hamil (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Setiap tanggal 22 Mei diperingati sebagai Hari Preeklampsia Sedunia, sebuah momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap salah satu komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan nyawa ibu dan janin bila tidak terdeteksi sejak awal. 

Pasalnya, Preeklampsia masih sering disalahpahami sebagai kondisi ringan, padahal gejalanya bisa berkembang menjadi gangguan serius.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Sari Asih Karawaci dr. Agus Hermawan, Sp.OG mengungkapkan, preeklampsia bukan sekadar tekanan darah tinggi pada ibu hamil. 

Menurutnya, kondisi ini jauh lebih kompleks karena melibatkan berbagai organ penting dalam tubuh. 

"Preeklampsia bukan hanya tentang tekanan darah tinggi. Ini adalah gangguan multisistem yang bisa berdampak pada organ ginjal, hati, bahkan otak ibu hamil. Bila terlambat ditangani, bisa berujung pada eklampsia yang sangat berbahaya," kata dr. Agus.

Preeklampsia biasanya muncul setelah usia kehamilan 20 minggu. Gejalanya mencakup tekanan darah tinggi, adanya protein dalam urine, sakit kepala berat, pandangan kabur, pembengkakan di wajah dan tangan, nyeri di perut bagian atas, serta kenaikan berat badan yang drastis dalam waktu singkat.

Gangguan ini disebabkan oleh masalah pada pembentukan pembuluh darah plasenta sehingga aliran darah ke janin menjadi tidak optimal. Akibatnya, sistem tubuh ibu bereaksi negatif yang bisa menyebabkan kerusakan organ dan gangguan pembekuan darah.

Preeklampsia bisa berujung pada kondisi yang lebih parah seperti eklampsia atau kejang saat hamil, sindrom HELLP yang menyerang hati dan darah, gagal ginjal, hingga solusio plasenta atau terlepasnya plasenta dari rahim sebelum waktunya. 

Risiko kematian janin dalam kandungan pun meningkat drastis jika preeklampsia tidak segera ditangani.

"Salah satu tantangan preeklampsia adalah gejalanya bisa samar di awal. Banyak ibu hamil merasa pusing atau bengkak itu hal biasa. Padahal bisa jadi itu tanda awal preeklampsia," jelas dr. Agus.

Siapa pun bisa terkena preeklampsia, namun risikonya lebih besar pada kehamilan pertama, kehamilan kembar, riwayat preeklampsia sebelumnya, penderita hipertensi kronis atau penyakit ginjal, ibu hamil berusia terlalu muda atau terlalu tua, serta mereka yang memiliki gaya hidup tidak sehat atau mengalami obesitas.

Untuk mencegah dampak buruk, pemantauan kehamilan secara rutin sangat dianjurkan. Pemeriksaan tekanan darah dan urine harus dilakukan secara berkala. 

Selain itu, ibu hamil disarankan menjaga pola makan sehat, menghindari garam berlebih, mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat cukup, mengelola stres, dan menjauhi rokok serta alkohol.

Penanganan preeklampsia tergantung pada tingkat keparahannya dan usia kandungan. Bila masih ringan, ibu bisa menjalani tirah baring dan diberi obat penurun tekanan darah sambil dipantau ketat. 

Bila kondisinya berat, biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit dan pemberian obat magnesium sulfat untuk mencegah kejang. Jika usia kehamilan sudah cukup bulan, maka persalinan menjadi opsi terbaik untuk menghentikan perkembangan preeklampsia.

Hari Preeklampsia Sedunia diharapkan menjadi pengingat bahwa komplikasi kehamilan ini tidak bisa dianggap sepele. Deteksi dini, edukasi yang memadai, dan dukungan keluarga menjadi kunci penting untuk menyelamatkan ibu dan bayi.

"Bagi ibu hamil yang memiliki faktor risiko, segera konsultasikan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan terpercaya, untuk mendapatkan penanganan terbaik sejak awal kehamilan," tutup dr. Agus.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

OPINI
Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Merindukan Rumah di Bawah Naungan Syariah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:20

Berbagai kasus kejahatan dan kekerasan justru datang dari tempat yang seharusnya memberikan perlindungan. Baik yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri maupun orang lain.

WISATA
BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:59

Destinasi wisata peternakan pertama dan satu-satunya di kawasan BSD City bernama bernama Dairyland at Hiera BSD segera hadir untuk memenuhi kebutuhan bermain keluarga modern di Jabodetabek.

HIBURAN
Gratis Masuk, Hotel Santika Premiere ICE-BSD City Gelar Nobar Pesta Bola Piala Dunia 2026

Gratis Masuk, Hotel Santika Premiere ICE-BSD City Gelar Nobar Pesta Bola Piala Dunia 2026

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:07

Hotel Santika Premiere ICE-BSD City menghadirkan program nonton bareng bertajuk "Pesta Bola Gembira di Santika Premiere ICE-BSD City" untuk menyambut berlangsungnya turnamen sepak bola dunia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill