Connect With Us

Ngeri, Ratusan Mayat Mengambang Akibat Kuburan Dekat Sungai Gangga Kebanjiran

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 27 Juni 2021 | 14:44

Ratusan mayan korban COVID-19 yang dikubur di pinggir Sungai Gangga, India. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Ratusan mayan korban COVID-19 yang dikubur di pinggir Sungai Gangga, India, mengambang akibat banjir yang menyapu tempat tersebut. 

Diketahui ada sekitar 150 mayat yang mengambang akibat banjir. Akhirnya ratusan mayat itu terpaksa dikremasi dalam tiga minggu terakhir. 

"Hanya jenazah yang ditemukan mengambang yang dikremasi," kata Neeraj Kumar Singh, seorang pejabat di kota utara Allahabad, seperti dilansir dari CNN Indonesia, Minggu 27 Juni 2021.

Menurutnya, kuburan massal korban COVID-19 di pinggir sungai itu tersebar lebih dari 1 kilometer."Perkiraan kami ada sekitar 500-600 mayat yang terkubur di sana," kata Singh, seperti yang dikutip dari AFP. 

Sebagian besar jenazah diyakini telah meninggal karena badai virus Corona yang terjadi pada bulan April dan Mei, ketika India dilanda lonjakan infeksi yang membanjiri rumah sakit di banyak daerah.

Ratusan mayan korban COVID-19 yang dikubur di pinggir Sungai Gangga, India.

Namun tidak semua jenazah dapat dikremasi sesuai adat Hindu karena ada beberapa keluarga yang tidak mampu membeli kayu bakar. 

Akhirnya jenazah dibenamkan di Sungai Gangga atau dikubur di gundukan pasir yang berdekatan dengan sungai.

Kawasan itu saat ini mengalami banjir karena hujan monsun tahunan yang menggenangi sungai, menghanyutkan pasir dan memperlihatkan mayat-mayat yang dikubur pada kedalaman dangkal.

Jumlah kuburan dangkal itu telah memicu kecurigaan, bahwa total kematian India akibat pandemi mungkin lebih dari 1 juta, beberapa kali lipat dari jumlah resmi hampir 400 ribu

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

BISNIS
Local Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Bisnis Media di Era Digital

Local Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Bisnis Media di Era Digital

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:31

International Media Support (IMS) dari Denmark bersama Suara.com menggelar Local Media Summit (LMS) 2026 di Manhattan Hotel Jakarta, 22-23 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill