Connect With Us

Berusia Ratusan Tahun, Orang Tertua di Iran Meninggal Dunia

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 11 Februari 2024 | 15:19

Ilustrasi orang tertua di dunia. (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Masoumeh Sanei Toroghi, wanita berusia 125 tahun dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 6 Februari 2024, lalu.

Wanita ini diyakini sebagai orang tertua di Iran berdasarkan kartu identitasnya yang lahir pada 23 September 1898 di Kota Mashhad, Iran timur laut.

Diketahui, Toroghi di usianya ke-125 tahun mengalahkan rekor wanita asal Prancis Jeanne Calment yang meninggal di usia 122 tahun pada 1997 silam.

Melansir dari Tribunnews, berdasarkan laporan kantor berita AFP pencatatan keluarga di Iran baru dilakukan pada 1918 silam, sekitar 20 tahun setelah kelahiran Toroghi.

Sebagai informasi, Guinness World Records mencatat orang tertua di dunia yang masih hidup saat ini dipegang oleh Maria Branyas Morera asal Spanyol. Dirinya akan berulang tahun di usia ke-117 tahun pada 4 Maret 2024 mendatang.

SPORT
Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Jumat, 3 Juli 2026 | 10:47

Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Toronto Stadium, Kamis, 3 Juli 2026 WIB.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

TANGSEL
Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:27

Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill