Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026
Senin, 6 Juli 2026 | 12:59
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TANGERANGNEWS.com–Dalam pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru), Polri akan menggelar Operasi Lilin dengan mengerahkan sekitar 217 ribu personel untuk seluruh wilayah di Indonesia.
Kadiv Humas Polda Metro Jaya Irjen Dedi Prasetyo menyatakan, Operasi Lilin Pengamanan Nataru 2022 akan melibatkan 217 ribu personel. "Kami akan melibatkan seluruh personel di Indonesia, sekitar 217 ribu untuk seluruh wilayah di Indonesia," ujar Dedi, Jumat 26 November 2021.
Dalam Opersi Lilin ini, kata Dedi, personel TNI, Satpol PP hingga stakeholder lainnya juga akan dilibatkan. "TNI juga mempersiapkan personelnya, satpol PP, dan jajaran kesehatan juga mempersiapkan, dan stakeholder terkait lainnya," tuturnya.
Selain menerjunkan ratusan ribu personel, Polri juga akan mendirikan sejumlah posko PPKM Level 3 di setiap perbatasan daerah serta tiap gerbang tol untuk proses pengecekan Surat Keluar Masuk (SKM).
"Polri juga akan berjaga di seluruh pintu tol, dan jalur yang menjadi akses tertentu perbatasan antar wilayah. Itu akan ada pos sebagai check point, di sana nanti juga akan dicek apakah masyarakat yang bepergian memiliki SKM atau tidak," ungkap Dedi.
Dedi menegaskan, jika masyarakat atau pengendara tidak memiliki SKM, maka akan langsung dimintai tes antigen di posko PPKM. Apabila hasilnya menunjukkan positif Covid-19, maka akan langsung dievakuasi.
Gelaran Operasi Lilin Pengamanan Natar ini rencananya dimulai pada 20 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Tujuannya untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TODAY TAGPengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews