Connect With Us

PLN Pimpin Perkembangan Ekosistem Hidrogen di Indonesia 

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 20 Juni 2024 | 15:32

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi, Jodi Mahardi. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-PT PLN (Persero) dipercaya untuk memimpin pengembangan ekosistem hidrogen di Indonesia, yang dinilai pemerintah tidak hanya mempercepat transisi energi tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. 

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi menyatakan, pengembangan hidrogen akan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi Indonesia.

Menurutnya, Indonesia berada dalam posisi yang sangat baik untuk memenuhi permintaan hidrogen rendah karbon di pasar ekspor pada masa depan.

Jodi menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah merumuskan National Hydrogen Strategy sebagai peta jalan untuk pengembangan hidrogen dalam transisi energi. 

Untuk itu, perlu kolaborasi dan koordinasi regional di Asia Tenggara serta dukungan kebijakan untuk meningkatkan produksi hidrogen oleh industri.

"Upaya-upaya ini akan memastikan PLN dapat mendorong kepemimpinan Indonesia dalam perekonomian hidrogen," ujar Jodi dalam Indonesia International Hydrogen Summit, di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2024.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN sepenuhnya berkomitmen untuk mengembangkan hidrogen di Indonesia, sejalan dengan upaya mendukung transisi energi di Indonesia. 

Dikatakan Darmawan, Hidrogen adalah salah satu pilar utama untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060. 

"PLN memandang hidrogen sebagai energi masa depan dalam mendukung upaya mereduksi emisi," kata Darmawan.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Adi Lumakso memaparkan, PLN telah mengembangkan ekosistem green hydrogen dari hulu ke hilir. 

Selain itu, PLN memiliki 22 Green Hydrogen Plant (GHP) yang menggunakan tenaga dari pembangkit listrik panas bumi, tenaga surya, dan renewable energy certificate.

"Kami melihat peluang di dalam operasional perusahaan. Kami manfaatkan existing facility yang ada di pembangkit kami, kemudian kami lakukan inovasi dengan memanfaatkan 100% EBT agar bisa memproduksi green hydrogen," terangnya.

Dari 22 GHP tersebut, PLN dapat menghasilkan 203 ton green hydrogen per tahun, dengan 75 ton digunakan untuk operasional pembangkit dan 128 ton untuk kebutuhan lain, termasuk kendaraan hidrogen.

Tak hanya itu, PLN juga telah mendirikan Hydrogen Refueling Station (HRS) di Senayan, Jakarta, yang diresmikan pada Februari 2024 dan menjadi yang pertama di Indonesia.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

BANDARA
Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:02

Akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung

OPINI
Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Membaca Gibran, Rocky Gerung, dan Riuh Netizen

Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:25

Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill