Connect With Us

GEAS PLN Siap Sediakan Energi Hijau untuk Sektor Industri Indonesia

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 17 Juli 2024 | 17:04

Direktur Utama PT PLN (Persero) dalam acara "Green Energy Buyers Dialogue" yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 12 Juli 2024 (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-PT PLN (Persero) bertekad untuk memenuhi kebutuhan listrik ramah lingkungan bagi sektor industri di Indonesia melalui layanan Green Energy as a Service (GEAS). 

Inisiatif ini menyediakan listrik bersih yang berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT).

Dalam acara "Green Energy Buyers Dialogue" yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 12 Juli 2024, PLN menyatakan dukungan terhadap penyediaan listrik hijau untuk industri. 

Acara tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam Just Energy Transition Partnership (JETP), termasuk perwakilan pemerintah Indonesia, International Partners Group (IPG), Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ), perbankan domestik dan internasional, serta pelaku usaha.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pihaknya tegas berkomitmen untuk mendukung perubahan industri global menuju nol emisi, sesuai dengan target Net Zero Emissions (NZE) pemerintah pada tahun 2060. 

"Sejalan dengan tingginya komitmen sektor industri untuk mendukung dekarbonisasi di Indonesia, PLN menyediakan listrik hijau lewat Renewable Energy Certificate (REC) sebagai produk GEAS yang diakui secara internasional. Setiap sertifikat REC membuktikan bahwa listrik per megawatt hour (MWh) yang digunakan berasal dari pembangkit EBT atau non-fosil," jelas Darmawan.

PLN terus meningkatkan kapasitas pembangkit EBT di Indonesia. Hingga tahun 2023, total kapasitas pembangkit EBT mencapai 8.786 megawatt (MW), yang meliputi pembangkit hidro (5.777 MW), panas bumi (2.519 MW), serta pembangkit surya, angin, dan biomassa.

Saat ini, PLN dan pemerintah sedang menyelesaikan peningkatan bauran EBT dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Usaha Penambahan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru. 

Targetnya, hingga tahun 2040, penambahan kapasitas sebesar 21 Gigawatt (GW) akan berasal dari pembangkit listrik tenaga gas, 28 GW dari tenaga surya dan angin, 31 GW dari tenaga air dan panas bumi, serta 2,4 GW dari energi baru.

Stakeholder Engagement and Sustainability Manager PT Hindo (H&M Group Indonesia) Anya Sapphira menyebut, layanan listrik hijau PLN memenuhi kebutuhan H&M sebagai perusahaan global yang berkomitmen mencapai NZE. 

"Kami membutuhkan banyak bantuan dalam regulasi dan infrastruktur terkait EBT. Karena H&M memiliki komitmen untuk mengatasi perubahan iklim. Sehingga, emisi dalam rantai pasok menjadi penting bagi kami yang bekerja sama dengan 58 pabrik independen di Indonesia dan melibatkan tak kurang 90 ribu pekerja," ujar Anya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat JETP, menyatakan bahwa JETP Paul Butarbutar mendukung penuh pengembangan ekosistem EBT di Indonesia, termasuk pendanaan proyek hijau PLN. 

"Jadi, kami dengan senang hati jika rekan-rekan dari industri, dari asosiasi atau pengembang yang ingin proyeknya dibiayai," ucapnya.

Director of the Southeast Asia Energy Division at the Asian Development Bank (ADB) Andrew Jeffries menambahkan, upaya PLN meningkatkan pemanfaatan EBT sejalan dengan agenda transisi energi global. 

"Kami berkomitmen untuk membantu Indonesia dan negara berkembang lainnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," tutup Andrew.

TANGSEL
Waspada Paket COD Bodong, Tukang Cukur di Tangsel Ditipu Ratusan Ribu Rupiah

Waspada Paket COD Bodong, Tukang Cukur di Tangsel Ditipu Ratusan Ribu Rupiah

Jumat, 17 Juli 2026 | 20:17

Peristiwa dugaan penipuan dengan modus paket Cash on Delivery (COD) terjadi di Jalan Menjangan Raya, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu 15 Juli 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

OPINI
Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Gemar dan Gamas: Solusi Nyata atau Sekadar Seremonial Fenomena Fatherless?

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:33

Kesibukan ayah mencari nafkah saat ini secara tidak langsung telah mengikis perannya sebagai pendidik dan pelindung keluarga. Hari ini banyak anak-anak yang merasa kehilangan sosok ayahnya, baik secara fisik maupun psikis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill