Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com- Beberapa waktu lalu viral pemberitaan mengenai seorang pria yang mengonsumsi daging kucing untuk mengobati diabetes.
Menanggapi itu, Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menjelaskan, daging kucing tidak dapat dijadikan obat untuk diabetes. Justru, mengonsumsi daging kucing dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
"Kucing bukan hewan untuk dikonsumsi. Kucing ini kan karnovora, dia mengonsumsi banyak hal. Kemungkinan juga ada bakteri, virus, parasit bisa ada di dalam daging kucing tersebut," ujar dokter Ari dalam keterangannya, seperti dikutip dari detikcom pada Minggu, 11 Agustus 2024.
Selain itu, Ari mengingatkan tentang potensi penyakit zoonosis yang dapat ditularkan melalui konsumsi daging kucing.
Penyakit-penyakit seperti Tuberkulosis, Brucellosis, Salmonellosis, Botulisme, Intoksikasi Daging Stafilokokus, Taeniasis, Trichinosis, hingga Clostridiosis bisa menginfeksi mereka yang mengonsumsi daging kucing.
Ari menegaskan, klaim tentang daging kucing dapat mengobati penyakit diabetes tidaklah benar. "Ini adalah hoaks," singkatnya.
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGLiburan bersama keluarga tak selalu harus pergi jauh. Naik motor bersama, menikmati perjalanan, lalu menghabiskan waktu dengan berbagai aktivitas seru ternyata juga bisa menjadi pengalaman yang berkesan.
Swiss-Belhotel International memperingati hari jadi ke-39 pada 25 September 2026 dengan mengusung tema “Global Vision, Local Heart”.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews