Connect With Us

Udara Makin Buruk, Begini Cara Cegah Penyakit Pernapasan Akibat Polusi

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 13 Agustus 2024 | 17:40

Ilustrasi kota berpolusi (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Polusi udara yang kian memburuk meningkatkan risiko penyakit pernapasan, seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). 

Berdasarkan data dari Sequis Life hingga pertengahan 2024, terdapat 2.466 klaim terkait penyakit pernapasan dengan total nilai Rp22,250 miliar.

Head of Department Underwriting Sequis dokter Fridolin Seto Pandu mengatakan, pentingnya penggunaan masker saat berada di luar ruangan, bahkan untuk waktu singkat. Paparan debu dan asap kendaraan di jalan bisa berdampak buruk bagi kesehatan jika terjadi secara terus-menerus.

Tak hanya di luar, polusi udara dalam ruangan juga menjadi ancaman seperti debu, bahan kimia pembersih, serta asap dari dapur adalah beberapa sumber polusi dalam rumah. 

Untuk mengurangi risiko, disarankan membersihkan rumah secara teratur, menggunakan filter HEPA, memilih produk pembersih tanpa VOC, dan memastikan sirkulasi udara yang baik.

"Meski kita merasa hanya terpapar sebentar, tetapi terpapar setiap hari dapat membahayakan kesehatan," ujar dokter Seto dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 13 Agustus 2024.

Selain itu, asap rokok dan vape juga menjadi penyebab utama gangguan pernapasan. Meski efek buruknya tidak langsung dirasakan, kebiasaan ini dapat menimbulkan masalah serius dalam jangka panjang. 

Gejala awal seperti batuk kronis, sesak napas, dan mudah lelah bisa menjadi tanda bahwa paru-paru sudah terpengaruh.

Dokter Seto menjelaskan, penyempitan saluran pernapasan bersifat permanen dan akan semakin memburuk jika terus terpapar polusi atau tetap merokok.

Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk menjaga kesehatan paru-paru dan menghindari polusi.

Beberapa langkah sederhana seperti rutin berolahraga, melatih pernapasan dengan Pursed Lips Breathing, dan menjaga gaya hidup sehat bisa membantu mencegah penyakit pernapasan.

"Lakukan secara rutin setidaknya 30 menit setiap hari dan lima kali dalam seminggu. Olahraga dapat membantu meningkatkan kesehatannjantung dan keseluruhan tubuh serta memperbaiki fungsi paru-paru," katanya.

Tak hanya itu, mengonsumsi makanan sehat, cukup istirahat, dan menjaga hidrasi juga penting untuk memperkuat sistem imun.

Sementara bagi yang sudah didiagnosis dengan penyakit pernapasan, perubahan gaya hidup dan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis sangat dianjurkan. Misalnya saja, asuransi kesehatan seperti Sequis Q Infinite MedCare Series (Plan Lite) yang menyediakan perlindungan untuk penyakit kanker atau serangan jantung dengan limit tahunan hingga Rp10 miliar per tahun.

BANTEN
Tim SAR Cek Benda Mirip Kapal Terbalik Dekat Anak Krakatau, Hasilnya Nihil

Tim SAR Cek Benda Mirip Kapal Terbalik Dekat Anak Krakatau, Hasilnya Nihil

Kamis, 17 September 2026 | 09:59

Video benda yang tampak seperti kapal terbalik di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK) beredar di media sosial.

TEKNO
Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Hadapi Tantangan Industri Ritel, Aprindo Gandeng UBM Serpong Kembangkan Data Sains dan AI

Rabu, 9 September 2026 | 19:46

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill