Connect With Us

Skill Tak Sesuai Industri Jadi Alasan 9,9 Juta Gen Z di Indonesia Menganggur

Fahrul Dwi Putra | Kamis, 31 Oktober 2024 | 10:47

Pencari kerja. (tangerangnews / dira)

TANGERANGNEWS.com- Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 9,9 juta anak muda terjebak dalam pengangguran berkategori Generasi Z atau Gen Z terjebak dalam pengangguran.

Salah satu penyebab utamanya adalah ketidakcocokan keterampilan yang Gen Z miliki dengan tuntutan industri saat ini.

Psikolog dari Universitas Paramadina Tia Rahmania menjelaskan, ketidaksesuaian skill ini menjadi penghalang besar bagi Gen Z. 

Banyak dari Gen Z memiliki keahlian yang justru tidak relevan dengan kebutuhan pasar kerja, membuat mereka sulit mendapatkan pekerjaan. 

Berdasarkan survei dari Kementerian Ketenagakerjaan, banyak lulusan Gen Z yang tidak memiliki keterampilan spesifik yang diinginkan oleh industri.

"Ketidakcocokan ini menyebabkan hampir 10 juta Gen Z di Indonesia kesulitan mendapatkan pekerjaan," ungkap Tia dikutip dari Suara.com, Kamis, 31 Oktober 2024. 

Di samping itu, ekspektasi gaji yang tinggi dan minimnya disiplin juga menjadi faktor tambahan yang kerap membuat perusahaan ragu dalam merekrut Gen Z.

Selain masalah keterampilan, Gen Z juga dikenal memiliki ekspektasi tinggi terhadap work-life balance. Banyak dari Gen Z mencari perusahaan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, yang tidak selalu bisa dipenuhi oleh industri. 

Kondisi ini sering kali menyebabkan tingkat burnout atau kelelahan mental, dan akhirnya membuat Gen Z memilih berhenti bekerja jika ekspektasi mereka tidak terpenuhi.

"Burnout menjadi faktor signifikan yang membuat Gen Z berhenti bekerja," tambah Tia. 

Untuk mengatasi ini, Gen Z cenderung mencari perusahaan yang tidak hanya menawarkan gaji kompetitif tetapi juga program kesejahteraan mental yang mendukung kesehatannya.

Selain itu, laporan BPS juga mencatat bahwa 9,9 juta anak muda Indonesia termasuk dalam kategori NEET (not in education, employment, or training) pada 2023. Data ini meliputi sekitar 22,25% dari total populasi usia 15-24 tahun di Indonesia, yang menunjukkan besarnya potensi tenaga kerja muda yang belum terserap.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Percakapan Terakhir Ojol Korban Begal dengan Istri: Insyaallah Hari Ini Ayah Bawa Beras

Percakapan Terakhir Ojol Korban Begal dengan Istri: Insyaallah Hari Ini Ayah Bawa Beras

Jumat, 17 Juli 2026 | 19:21

Suasana duka masih menyelimuti kediaman ATP, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dibegal saat tengah beristirahat di kawasan Perumahan Villa Taman Bandara, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

TANGSEL
Ciri-ciri Terekam CCTV, Dua Pelaku Curanmor Ditangkap saat Papasan dengan Polisi di Ciputat

Ciri-ciri Terekam CCTV, Dua Pelaku Curanmor Ditangkap saat Papasan dengan Polisi di Ciputat

Kamis, 16 Juli 2026 | 12:58

Dua orang terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) AM, 32, dan DS, 27, ditangkap aparat Tim Opsnal Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Ciputat Timur yang beraksi di wilayah tersebut.

NASIONAL
PPATK Siap Lacak Sumber Kekayaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

PPATK Siap Lacak Sumber Kekayaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 16:09

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan siap melacak sumber aliran dana harta kekayaan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill