Connect With Us

PT KAI Hadirkan Kereta Api Khusus Petani-Pedagang, Dimodifikasi Lebih Luas

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:18

Ilustrasi kereta jarak jauh. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi (K3) Khusus Petani-Pedagang.

Kereta yang tengah dimodifikasi di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng ini, dirancang untuk membantu mobilitas para petani dan pedagang, sekaligus memudahkan pengangkutan hasil panen maupun barang dagangan.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan pembahasan teknis soal kereta ini sudah dimulai sejak Mei 2024. Kemudian, pihaknya melakukan modifikasi sarana untuk mewujudkan kereta tersebut.

Konsep desainnya mengedepankan kemudahan akses dan ruang angkut yang lebih luas, sehingga tempat duduk yang awalnya menghadap ke arah depan atau belakang gerbong, diubah menjadi sejajar di sisi kiri dan kanan kereta.

"Jadi ruang tengah dibuat lapang untuk menempatkan hasil pertanian atau barang dagangan, sekaligus memudahkan pergerakan di dalam kereta," ungkapnya seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa 19 Agustus 2025.

Kereta Petani-Pedagang ini merupakan hasil modifikasi dari kereta kelas bisnis dan ekonomi.

Selain tempat duduk, lebar pintu bordes juga dimodifikasi dengan diperbesar dari 800 mm menjadi 900 mm. Lalu, sekat partisi dan bordes dihilangkan untuk memperlancar akses barang dan jumlah kursi disesuaikan menjadi 73 dari sebelumnya 106 tempat duduk.

Untuk toilet tetap tersedia satu unit per kereta, sementara rak bagasi tidak dihilangkan demi kenyamanan penumpang.

Kereta ini telah melalui uji coba coba statis di UPT Balai Yasa Surabaya Gubeng pada 14-15 Agustus 2025. Selanjutnya akan diuji dinamis pada 15 Agustus 2025, dengan rute Surabaya Gubeng-Lamongan (pulang-pergi).

Jajaran KAI masih melakukan pengujian tahap pertama ini. Tahap selanjutnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub akan dilibatkan untuk pengujian agar mendapat sertifikasi keselamatan.

Tujuannya, agar aspek keselamatan terpenuhi secara menyeluruh, sebelum kereta api tersebut bisa melayani masyarakat.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KAB. TANGERANG
Tak Dapat Bantuan Air Bersih, Warga Pagedangan Pakai Air Sungai hingga Terserang Penyakit Kulit

Tak Dapat Bantuan Air Bersih, Warga Pagedangan Pakai Air Sungai hingga Terserang Penyakit Kulit

Sabtu, 19 September 2026 | 21:48

Kekeringan selama lima bulan terakhir memaksa warga bantaran Sungai Cimanceuri, Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

TANGSEL
Puluhan Ribu Remaja Putri di Tangsel Alami Anemia

Puluhan Ribu Remaja Putri di Tangsel Alami Anemia

Jumat, 18 September 2026 | 20:55

Berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG) terhadap sekitar 292 ribu pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terungkap bahwa 13 persen di antaranya mengalami anemia, yang mayoritas menyerang remaja putri.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill