Gelar Acara Tanpa Ubah Daya Listrik, Begini Cara Akses Layanan Penyambungan Sementara di PLN Mobile
Selasa, 20 Januari 2026 | 08:58
Menggelar hajatan keluarga, pesta, atau proyek sementara lainnya tentunya membutuhkan listrik yang lebih besar.
TANGERANGNEWS.com- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bakal menerapkan skema tarif dinamis atau dynamic pricing untuk Whoosh atau kereta cepat Jakarta-Bandung-Jakarta.
Penerapan skema tarif dinamis ini akan mulai berlaku pada 3 Februari 2024 mendatang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, melalui skema ini nantinya tarif kereta cepat kelas premium ekonomi berkisar Rp150 ribu, Rp175 ribu, Rp200 ribu, Rp225 ribu, hingga Rp250 ribu.
"Dalam skema baru ini dimungkinkan dalam satu hari terdapat beberapa tarif yang berbeda untuk perjalanan Whoosh," jelas Eva dalam keterangan resmi, Senin, 29 Januari 2024.
Lebih lanjut, Eva menyebut penumpang dapat memperoleh harga lebih murah jika melakukan perjalanan dalam waktu-waktu tertentu.
Waktu tertentu tersebut antara lain jam sibuk (peak hour) atau jam non sibuk (off peak hour), momen liburan (high season) atau non liburan (low season), atau hari kerja ataupun akhir pekan.
Misalnya, pada periode high season atau peak hour tarif tiket akan lebih tinggi, sementara off peak tarif cenderung lebih murah.
"Penerapan dynamic pricing ini akan terus dipantau dan dievaluasi menyesuaikan kebutuhan penumpang dan operasional Whoosh," kata Eva.
Sebagai informasi, tercatat sebanyak 1,4 juta penumpang telah menggunakan kereta cepat Whoosh hingga 27 Januari 2024.
Berdasarkan data, rata-rata okupansi berkisar sekitar 60 hingga 80 persen. Sedangkan, volume penumpang harian tertinggi hingga 21 ribu penumpang terjadi di November 2023 dan masa angkutan Nataru Desember 2023-Januari 2024.
Menggelar hajatan keluarga, pesta, atau proyek sementara lainnya tentunya membutuhkan listrik yang lebih besar.
TODAY TAGAktris sekaligus produser Prilly Latuconsina secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang ia dirikan bersama Umay Shahab sejak 2019.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews