Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Gubernur Banten: Sebuah Surat Terbuka
Kamis, 5 Februari 2026 | 20:38
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TANGERANGNEWS.com- Persoalan pungutan liar (pungli) berkedok parkir masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan di wilayah Tangerang.
Kali ini terjadi Pasar Anyar, Kota Tangerang seperti yang diunggah oleh akun Instagram @abouttng. Tampak dalam foto, seorang pengunjung membayar lebih dari satu tarif parkir di lokasi yang sama.
Dalam unggahan tersebut terlihat seorang pengunjung menggenggam dua karcis parkir. Salah satunya bertuliskan dari PT Tangerang Nusantara Global (TNG) dengan tarif sebesar Rp2 ribu, sementara karcis satunya lagi tidak mencatut nama lembaga manapun yang dikenakan tarif sebesar Rp4 ribu.
Pengunjung mengeluhkan lantaran diminta untuk membayar tarif parkir dua kali meski masih di satu tempat yang sama. Padahal menurutnya, fasilitas parkir belum memadai sehingga tidak sepadan dengan tarif yang dibebankan.
"Kenapa ya masuk Pasar Anyar bayar retribusi atau parkir sampai 2 kali, padahal masih satu area yang sama. Sementara penyediaan lahan parkir juga masih belum layak dan tertata rapi," ujar salah satu pengunjung dikutip Senin, 1 Mei 2023.
Sebelumnya, persoalan tarif parkir sempat viral seperti di Alun-alun Balaraja sebesar Rp5 ribu dan Taman Kota 2 Tangsel sebesar Rp10 ribu saat libur Lebaran 2023.
"Coba tolong di usut.. supaya ada pembersihan yang benar di daerah tsb. Karna ketua preman salah satu orang penting," tulis akun @parlin.sil***.
"tangerang kalo ga ada pungli ga afdol boss," tulis akun @tinoagustin**.
"Jadi fungsi bayar saat awal masuk ke area pasar anyar (yang ada gardu) untuk apa ya?. Udah gitu, kalau udh masuk kedalam area nya...ada kang parkir yang menunggu juga," tulis akun @fanny.septiani****.
"Emang meresahkan nihhh mau masuk dari arah mana aja pasti ada yg jaga," tulis akun @ka_pujirah***.
Dalam balutan seminar nasional itu, Anda memamerkan angka 60 ribu siswa sekolah gratis seolah-olah itu adalah tiket emas menuju surga kesejahteraan.
TODAY TAGNama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,
Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).
PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) menyepakati penjajakan awal kerja sama pengembangan jalur MRT Koridor Timur-Barat rute Kembangan- Balaraja dengan PT MRT Jakarta (Perseroda).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews