Connect With Us

Tak Hanya Alun-alun Balaraja, Tarif Parkir di Taman Kota 2 BSD Jadi Rp10 Ribu saat Libur Lebaran 

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 25 April 2023 | 19:44

Tarif karcis parkir Taman Kota 2, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Momen libur nasional dan cuti bersama Lebaran dimanfaatkan para pengelola parkir dengan menaikkan tarif lebih dibanding hari biasanya.

Sebelumnya, kenaikan tarif parkir terjadi di Alun-alun Balaraja dari semula Rp3 ribu menjadi Rp5 ribu.

Hal serupa pun terjadi di Taman Kota 2, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Selasa, 25 April 2023.

Salah satu pengunjung Taman Kota 2 membagikan foto tarif karcis parkir yang diubah menggunakan spidol.

Dalam foto karcis tersebut terlihat parkir dikelola oleh Karang Taruna dari RW 01, Kelurahan Ciater.

"Masuk taman kota 2, harusnya Rp5 ribu dirubah jadi Rp10 ribu," kata pengunjung.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill