Connect With Us

Hilangnya Peran Negara dalam Menjaga Agama

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 29 Agustus 2021 | 11:57

Euis Bella Bediana. Aktivis Dakwah. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

Oleh : Euis Bella Bediana. Aktivis Dakwah

TANGERANGNEWS.com-Meskipun dikatakan negeri mayoritas muslim, namun kasus penistaan agama dan simbol islam sering berulang. Sungguh ini adalah sebuah ironi yang memilukan. Sudah tak terhitung berapa kali kasus penistaan agama islam keluar dari mulut para penista, mulai dari politisi, calon gubernur, seorang nenek tua, pemuda dan yang terbaru dari seorang youtuber bernama M. Kece yang mengaku telah berpindah agama dari islam ke kristen sejak 2014 lalu. 

M. Kece sudah setahun belakangan ini dengan penuh kesadaran telah mengunggah beberapa video penghinaan terhadap Allah, kitab suci Al-Quran, Rasulullah, ajaran islam, hingga ulama. Salah satu hal yang membuat masyarakat geram dan menimbulkan kegaduhan adalah M. Kece mengunggah video penghinaan islam dengan berpenampilan bak ustad yang sedang mengisi ceramah. 

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta polisi segera menangkap YouTuber Muhammad Kece. Sebab pria tersebut sudah menghina dan merendahkan agama Islam. 

"Saya minta polisi segera menangkap yang bersangkutan (Muhammad Kece)," kata Anwar Abbas dalam akun Youtubenya, Minggu (22/8/2021). https://www.inews.id/news/nasional/mui-minta-polisi-tangkap-muhammad-kece-karena-hina-agama-islam.

Kemudian pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad, juga mengatakan, ucapan YouTuber Muhamad Kece (MK) yang menyinggung Nabi Muhammad SAW menjurus pada penistaan agama. Menurutnya, tindakan MK telah memenuhi unsur 156a KUHP. https://republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/qy873b313/pakar-hukum-ucapan-muhamad-kece-bentuk-penistaan-agama

Perbuatan yang rendah ini akan terus berulang, dengan bentuk baru dan pemain baru selama kebebasan berpendapat masih dilegalkan. Kebebasan berpendapat yang diberikan oleh perspektif demokrasi telah nyata hanya melahirkan orang-orang yang berani menyimpangkan kebenaran islam, berani menghina dan menghujat ajaran islam yang sudah pasti kebenarannya, seperti kebenaran Al-Quran dan kemaksuman Rasulullah.

Berkaitan dengan penghinaan kepada Rasulullah, islam telah memberikan gambaran yg sangat jelas, keagungan dan kemuliaan Rasulullah dijelaskan langsung oleh Allah, salah satunya dalam Al-Qur'an surat Al-Qalam ayat 4.

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Karena Tuhanmu yang mendidikmu dengan akhlak Al-Qur'an."

Meskipun telah ada UU (undang-undang) yang mengatur sanksi terhadap penista agama, yaitu KUHP Pasal 156 (a), namun suara para penista masih nyaring terdengar, kalaupun ditindak tidak ada sanksi tegas yang membuat jera. Ini adalah bukti bahwa negara gagal menjaga kehormatan agama, semua terjadi akibat landasan membuat peraturan lahir dari sebuah paradigma bathil, yaitu sekulerisme.

Sekulerisme telah memisahkan kehidupan manusia dari perspektif agama. Alhasil dalam membuat aturan, keberadaan agama bukanlah satu-satunya rujukan dalam mengatur kehidupan manusia. Agama hanya diposisikan sebagai salah satu dari sekian nilai atau norma yang menjadi rujukan dalam pembuatan UU (undang-undang).

Agama hanya dijadikan pelengkap semata tanpa dijadikan pijakan seutuhnya, oleh karena itu penghinaan terhadap Rasulullah dan ajaran islam akan tetap ada jika sistem sekuler-liberal masih eksis dalam kehidupan umat islam.

Penista agama tidak akan ada jika islam dijadikan landasan konstitusi dan arah pandang manusia. Hukum dalam islam berasal dari Allah sang maha adil dan digali dari Al-Qur'an dan hadist, sehingga hukum tidak akan berubah-ubah menyesuaikan kepentingan golongan tertentu.

Wallahua'lambishshawwab.

TagsOpini
BANTEN
Pelabuhan Alternatif dan Skema Buffer Zone Disiapkan Antisipasi Lonjakan Pemudik di Pelabuhan Merak

Pelabuhan Alternatif dan Skema Buffer Zone Disiapkan Antisipasi Lonjakan Pemudik di Pelabuhan Merak

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:21

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa sejumlah langkah telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan penumpang di kawasan Pelabuhan Merak, Banten.

NASIONAL
Kombinasi Hujan dan Truk ODOL Jadi Penyebab Jalan Tol Rusak, Jasa Marga Kebut Perbaikan Jelang Lebaran

Kombinasi Hujan dan Truk ODOL Jadi Penyebab Jalan Tol Rusak, Jasa Marga Kebut Perbaikan Jelang Lebaran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:19

PT Jasa Marga (Persero) menjelaskan penyebab kerusakan parah yang terjadi pada ruas jalan tol yang dikelolanya. Termasuk kerusakan yang terjadi di ruas Jalan Tol Jakarta-Tangerang hingga sempat disorot DPR RI Komisi V.

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill