Connect With Us

Menkeu Purbaya Mau Bangun Rusun yang Manusiawi Seluas 45 m2 di Lippo Karawaci

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 16 Oktober 2025 | 07:24

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik keras terhadap standar pembangunan rumah susun (rusun) di perkotaan.

Ia menilai rusun berukuran 36 meter persegi yang umum saat ini terlalu sempit dan mendesak agar pembangunan rusun dibuat lebih manusiawi dengan luas minimal 45 meter persegi.

Rencana ambisius ini akan segera diwujudkan di kawasan Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, di atas lahan seluas 37 hektare milik Kementerian Keuangan.

 

Rusun yang Manusiawi untuk Kelas Menengah Tanggung

Purbaya menjelaskan bahwa rusun berukuran 45 meter persegi akan memberikan kenyamanan lebih bagi keluarga di perkotaan.

"Kalau apartemen kecil cuma 36 meter persegi, kan sempit. Jadi buat saja yang lebih besar, yang manusiawi, 45 meter persegi. Supaya orang yang tinggal di situ cukup comfortable," ujarnya di Jakarta seperti dilansir dari Beritasatu, Rabu 15 Oktober 2025.

Proyek ini tidak hanya menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), tetapi juga segmen menengah tanggung yakni masyarakat berpenghasilan menengah yang selama ini belum terlayani secara optimal baik oleh pasar properti komersial maupun program subsidi pemerintah.

"Bukan yang MBR saja, tetapi sedikit di atas MBR. Menengah tanggung itu belum terlayani dengan baik," ungkapnya.

 

Menkeu Gaspol Urus Lahan di BPN

Untuk mewujudkan proyek percontohan ini, Menkeu Purbaya telah bergerak cepat. Lahan 37 hektare di Lippo Karawaci saat ini sedang dalam proses penyelesaian administrasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Saya punya tanah 37 hektare, kita akan proses dengan cepat. Tinggal balik nama dari BPN, saya sudah suruh staf saya beresin dalam waktu satu minggu, dua minggu, kalau enggak ada masalah atau sanksi,” tegas Purbaya.

 

PKP Sambut Baik, Skema Hybrid Subsidi Silang

Rencana Menkeu ini disambut baik oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Ia menyebut proyek di Lippo Karawaci akan menjadi model perumahan hybrid yang revolusioner.

Skema hybrid ini memadukan rumah subsidi dengan komersial untuk menciptakan subsidi silang antarsegmen.

"Nanti ada MBR dengan harga rendah dan juga kelas menengah. Skemanya hybrid, ada FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) di bawah, di atasnya komersial. Jadi tetap ada intervensi negara, tetapi juga berkelanjutan,” jelas Maruarar.

BISNIS
Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Perkuat Ekosistem Ritel, Joysparks Group Siapkan Gerai Baru di Tangerang

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:29

Setelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.

BANDARA
WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:07

Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

VIVERE Hotel Hadirkan Kreasi Pastry dan Cheesecake dari Jebolan MasterChef Indonesia 

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:34

Cita rasa yang familiar dari makanan lokal kembali diolah dalam bentuk berbeda melalui kolaborasi VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bersama Chef Agnesia Cahaya, MasterChef Indonesia Season 10.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill