Connect With Us

Cerita Aulia Rahman, Pemuda Asal Tigaraksa yang Terpilih Jadi Pemain Timnas U-17

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 15 November 2023 | 17:39

Aulia Rahman, pemuda asal Kampung Kaluwung, Desa Cisereh Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, yang menjadi pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia usia 17 (U-17). (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Aulia Rahman, 17, pemuda asal Kampung Kaluwung, Desa Cisereh Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menceritakan kisahnya hingga terpilih menjadi pemain Tim Nasional (Timnas) usia 17 (U-17) dalam gelaran Piala Dunia U-17 2023.

Pemuda yang tergabung dalam skuad Persita U-18 ini terpilih usai menjalani seleksi ketat dan pelatnas dari 12 kota yang digelar oleh PSSI pada beberapa bulan lalu sebelum Piala Dunia U-17 2023 dimulai.

"Yang pasti senang sekali bisa masuk ke dalam skuad Piala Dunia U-17 2023 bersama Timnas Indonesia. Saya akan selalu memberikan yang terbaik dan bekerja keras di setiap latihan maupun di pertandingan," ujar Aulia dalam keterangannya dilansir dari situs resmi Persita, Rabu, 15 November 2023.

Aulia mengaku masih tidak menyangka dapat terpilih oleh pelatih Bima Sakti. Pasalnya, dirinya menjadi satu-satunya wakil dari seleksi terbuka yang digelar oleh PSSI.

Pemain berbakat yang juga masih bersekolah di SMAN 19 Kabupaten Tangerang ini menyebut dirinya tidak meremehkan lawan-lawannya di fase grup.

"Tentu kita tidak akan pernah meremehkan lawan-lawan di fase grup. Semua yang datang ke Piala Dunia pasti adalah tim terbaik dan kami harus selalu waspada," imbuhnya.

Seperti diketahui, Timnas Indonesia U-17 berada di Grup A bersama Ekuador, Maroko, dan Panama. Namun, dalam dua pertandingan terakhir, yakni melawan Ekuador dan Panama Aulia Rahman belum diturunkan untuk bermain.

"Semoga saya bisa terus bekerja keras dan mewujudkan mimpi saya bersama Timnas U-17 di ajang dunia ini," pungkasnya.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

KOTA TANGERANG
2 Wanita Jaringan Pengedar Etomidate Diringkus di Apartemen Jakarta dan Klaster Tangerang, 82 Cartridge Disita

2 Wanita Jaringan Pengedar Etomidate Diringkus di Apartemen Jakarta dan Klaster Tangerang, 82 Cartridge Disita

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:19

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kembali membongkar praktik peredaran gelap narkotika jenis baru. Kali ini, petugas berhasil mengamankan 82 pcs cartridge vape berisi Etomidate dari dua lokasi berbeda di Jakarta Barat dan Kota Tangerang.

KAB. TANGERANG
Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:12

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) berencana memberikan bantuan berupa Elektrokardiogram (EKG), sebuah alat yang merekam aktivitas jantung guna mendeteksi gangguan kardiovaskular.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill