Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com-Tim nasional Indonesia (Timnas) U-19 akhirnya meraih gelar juara di ASEAN U-19 Boys Championship 2024, mengakhiri penantian selama 11 tahun sejak 2013.
Kemenangan ini diperoleh setelah mengalahkan Thailand dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Senin, 29 Juli 2024.
Gol tunggal Indonesia dicetak oleh Jens Raven pada menit ke-18, dengan memanfaatkan umpan dari Kafiatur melalui tendangan sudut yang juga sempat mengenai kepala Kadek Arel.
Berdasarkan catatan, tim asuhan Indra Sjafri dalam turnamen ini menorehkan performa yang baik.
Garuda Muda berhasil menyapu bersih kemenangan di fase grup dengan mengalahkan Filipina 6-0, Kamboja 2-0, dan Timor Leste 6-2. Di semifinal, Indonesia kembali menang besar melawan Malaysia.
Atas capaian ini, Indra Sjafri menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pihak-pihak terkait serta dukungan dari masyarakat.
"Tentu juara AFF ini menjadi modal baik kita untuk bisa lebih percaya diri lagi agar lolos ke Piala Asia. Kami sangat yakin," tegasnya.
Indra juga menekankan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras para pemain yang telah berlatih sejak Januari. Ia berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi PSSI dan Indonesia.
Sementara itu, Jens Raven, pencetak gol kemenangan, mengungkapkan kegembiraannya bisa ikut berkontribusi dalam turnamen resmi pertamanya bersama Timnas Indonesia.
"Bisa tampil di turnamen ini dengan baik, lalu menjadi juara, sungguh momen yang sangat emosional bagi saya," katanya.
Selain gelar juara, tim Indonesia juga meraih penghargaan individu. Ikram Algiffari dinobatkan sebagai kiper terbaik sepanjang kejuaraan, sementara Dony Tri Pamungkas terpilih sebagai pemain terbaik.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGPergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews