Connect With Us

Copet Berkeliaran di Festival Alseace Serpong

Denny Bagus Irawan | Senin, 22 Februari 2016 | 17:07

Saeful diamankan petugas Polsek Serpong lantaran diduga melakukan pencopetan. (Rangga A Zuliansyah / TangerangNewscom)

 

TANGERANG-Petugas Polsek Serpong, Kota Tangerang Selatan berhasil membekuk seorang copet ponsel yang berkeliaran saat berlangsungnya acara Festival Alseace yang digagas oleh SMA Al-Azhar BSD Serpong pada Minggu (21/2).

 

Kapolsek Serpong Kompol Didik Putra Kuncuro mengatakan, pelaku bernama Saeful Rahmat warga asal Bandung, Jawa Barat sengaja beraksi di area Festival Alseace yang bertempat di lokasi parker Ocean Park, BSD Serpong, Lengkong Gudang, Kota Tangsel.

 

Adalah Ridwan,18, dan Ega Amraj Elfisa ,15, yang menjadi korban Saeful dan dua orang temannya yang hingga kini masih diburu petugas Polsek Serpong. “Korban sedang menonton konser, lalu dipepet dan diambil ponselnya yang disimpan di dalam tas,” tukasnya.

 

Adapun barang bukti didapai dua unit ponsel milik korban, satu tas dalam keadaan robek, satu tas milik tersangka.

 

“Pelaku berhasil diamankan di Area Festival,” tuntasnya.

 

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

KAB. TANGERANG
Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini

Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill