Connect With Us

Tumpukan Sampah & Macet di Tangsel

Denny Bagus Irawan | Minggu, 24 April 2016 | 12:00

Bak sampah besar ditempatkan di tengah Jalan Aria Putra, depan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (24/4/2016). Sampah dari pedagang di pasar tersebut dikumpulkan di sana dan tidak jarang sampah berserakkan sampai ke jalan hingga menyebarkan aroma ta (@TangerangNews / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANG SELATAN-Pemandangan semerawut seperti sampah dan kemacetan di Pasar Ciputat, sejak dari dahulu menjadi persoalan buat warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel).  Akibat kondisi tersebut, warga menjadi merasa lumrah dan dipaksa menerimanya.

 

Seperti pemandangan di samping pasar, tampak bak sampah besar ditempatkan di tengah Jalan Aria Putra, depan Pasar Ciputat,. Sampah dari pedagang di pasar tersebut dikumpulkan di sana, akibatnya sampah berserakan sampai ke jalan hingga menyebarkan aroma tak sedap dan menghambat arus lalu lintas.  Rame, panas, macet harus mandi nih, keringetan bau,” tulis Dje Arsya dalam akun Facebook-nya.

Ramainya kegiatan jual-beli antara pedagang dan pembeli merupakan pemandangan biasa di setiap pasar. Belum lagi kendaraan yang melewati jalan itu cukup padat, sehingga sering tersendat karena pengendara menghindari tumpukan sampah di sana.

Terlebih, di badan jalan, juga banyak angkutan umum ngetem yang membuat jalan di sana semakin tidak nyaman. Belum lagi motor pengunjung yang diparkir sembarang.  Berikut adalah komentar warga lainnya yakni Bambang Budi Santoso dalam dinding laman Facebooknya.

Budi

“Subhanallah, dari tahun ke tahun sejak 1984 beginilah keadaan pasar Ciputat yang dilalui oleh RATUSAN RIBU orang selalu terjebak macet sehari harinya.

Kemanakah Ibu Walikota Airin Rachmi Diyani, mohon ditengok dan di tegur itu Lurah dan Camat Ciputat nya, kasihan Rakyat Bu.

Mohon bantuan Airin Untuk Semua , Pak Ustad Mohamad Sartono sampaikan berita ini sambil coleg Budhi Prasetyo ..... bersih itu sebahagian dari IMAN lhoooh.
.
Akung BBS”

Tumpukan sampah seolah dibiarkan menumpuk di jalan dekat bak sampah. Padahal jalan tersebut merupakan akses umum dan dilalui oleh pengendara, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Pasar Ciputat, di Kelurahan Ciputat, dengan luas tanah 5.670 M2 serta luas bangunan 3.342 M2 telah diserahkan Pemerintah Kabupaten  Tangerang pada Maret 2015 lalu, kondisi saat ini semakin parah dari tahun-tahun sebelumnya.

Sampah

 

Salah satu pedagang sayur, M Syafei  menuturkan Pasar Ciputat memang tidak pernah sepi. Ramainya pedagang di sana mau tidak mau membuat mereka mencari lapak hingga menggunakan sebagian badan jalan di sana. “Wajar saja kalau macet, bau berserakan sampah, orang ramai banget. Ini tapi memang harusnya ada yang mengatur,” ujar Syafei.

 

 

TANGSEL
Tekan Prevalensi Stunting, Pemkot Tangsel Pemperketat Pengawasan Kesehatan Ibu Hamil

Tekan Prevalensi Stunting, Pemkot Tangsel Pemperketat Pengawasan Kesehatan Ibu Hamil

Senin, 20 Juli 2026 | 14:08

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan mencatat penurunan angka prevalensi stunting hingga mencapai 8,2 persen pada tahun 2026. Angka ini dilaporkan telah berada di bawah rata-rata target nasional.

KAB. TANGERANG
Polresta Tangerang Larang Konvoi Usai Final Piala Dunia 2026, Warga Diminta Langsung Pulang

Polresta Tangerang Larang Konvoi Usai Final Piala Dunia 2026, Warga Diminta Langsung Pulang

Senin, 20 Juli 2026 | 01:00

Polresta Tangerang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi maupun arak-arakan kendaraan setelah menyaksikan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina pada Senin, 20 Juli 2026, dini hari.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill