8 Tahun Dibangun, Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati Jadi Destinasi Wisata Baru di Tangerang
Selasa, 21 Juli 2026 | 15:46
Kabupaten Tangerang kini memiliki destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi baru yang sarat akan nilai toleransi.
TANGERANGNEWS.com-Tiga anak laki-laki yang masih berusia belasan tahun diamankan ke Mapolsek Pamulang, Tangsel, setelah kepergok mencuri kotak amal di masjid Al-Falah, Gang Salak, Pondok Benda, Pamulang, Tangsel.
Ketiga bocah yang masih sekolah ini masing-masing berinisial RSB, 13, KZG , 13 dan AR 19. Dari keterangannya diketahui mereka mencuri uang dalam kotak amal masjid itu lantaran tak punya uang untuk jajanan.
"Semalam diantar sama perwakilan warga kesini, karena dituduh mencuri uang dalam kotak amal masjid. Mereka mengakui mencuri uang itu untuk beli jajanan saja, tidak ada yang menyuruh," tutur Kanit Reskrim Polsek Pamulang Iptu Hitler Napitupulu, Kamis (15/3/2018).
BACA JUGA:
Peristiwa tersebut bermula saat pengurus DKM Masjid Alfalah curiga karena uang dalam kotak amal sering hilang. Hal tersebut kemudian ditindak lanjuti oleh para pengurus DKM dengan mencari tahu siapa pelakunya.
"Setelah diselidiki sama pengurus DKM, akhirnya diamankan ketiga anak ini. Kejadiannya itu dari mulai bulan Januari kemarin," terang Hitler.
Anak-anak tersebut pun harus mendekam semalaman dalam ruang tahanan Mapolsek Pamulang, sebelum akhirnya siang tadi datang pihak keluarga, pengurus DKM, ketua RT dan RW ke kantor polisi. Mereka bersepakat, bahwa kasus pencurian tidak dilanjutkan melalui mekanisme hukum, karena statusnya yang masih bersekolah dan berusia di bawah umur.
"Tadi semua datang, baik orang tua anak-anak ini, ketua RT, RW, dan pengurus DKM Masjid Al-Falah. Mereka buat surat pernyataan bersama dan setelah kita data di BAP, nanti akan kita bebaskan," tungkasnya.(RAZ/RGI)
TODAY TAGKabupaten Tangerang kini memiliki destinasi wisata religi, budaya, dan edukasi baru yang sarat akan nilai toleransi.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews