Connect With Us

Tangani COVID-19, Puskesmas Pamulang Jadi Penyangga RSU Tangsel

Rachman Deniansyah | Jumat, 20 Maret 2020 | 17:10

Puskesmas Pamulang. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Puskesmas Pamulang ditetapkan menjadi penyangga Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel untuk menanggulangi wabah virus Corona (COVID-19).

Puskesmas yang berlokasi di Jalan Surya Kencana, Pamulang, Tangsel itu akan merawat pasien yang masuk  kategori orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PD) yang belum mendapatkan rumah sakit rujukan. 

Tampak depan gedung RSU Kota Tangerang Selatan.

Kepala Puskesmas Pamulang Fitria Oriza mengatakan, penetapan ini berlaku mulai Jumat (20/3/2020), sampai pemberitahuan selanjutnya. 

"Kemudian UPT Puskesmas Pamulang pun mulai hari ini tak lagi melayani pengobatan rawat jalan, rawat inap dan persalinan," tutur Fitri dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2020).

Warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan umum akan dialihkan ke Puskesmas sekitar yang berlokasi di Benda Baru, Bambu Apus, Pondok Benda, Pamulang Timur, dan Pondok Cabe Ilir.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan semoga kita semua diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi wabah COVID-19 ini," tutupnya.(RMI/HRU)

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill