Connect With Us

Sempat Diprotes Warga, KPT Ciater Bakal Dijadikan Tempat Penampungan ODP Corona

Rachman Deniansyah | Sabtu, 4 April 2020 | 18:57

Warga setempat saat berunjuk rasa menolak kawasan di Pertanian Terpadu (KPT) Ciater yang akan dijadikan sebagai rumah lawan COVID-19, Sabtu (4/3/2020). (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) segera menjadikan Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) Ciater sebagai rumah melawan COVID-19. .

Nantinya, bagunan yang berlokasi di sekitar Tandon Ciater, Serpong, Tangsel itu akan dimanfaatkan sebagai tempat penampungan bagi orang dalam pemantauan (ODP). Namun, pemanfaatan KPT Ciater sebagai tempat penampungan ODP itu pun sempat menerima protes dari puluhan warga. .

Warga pun melayangkan protesnya, lantaran takut wilayah di sekitar tempat tinggalnya menjadi tempat karantina pasien terjangkit COVID-19.

Ketua RT 07/7 Ciater Uus Usman mengatakan, setelah demo itu berlangsung, datang pihak Pemkot Tangsel untuk menjelaskan. Warga yang mulai paham pun, mulai menghentikan unjuk rasanya.

Asda I Kota Tangsel, Rahmat Salam.

"Memang tadi warga sempat demo, tapi setelah dijelaskan akhirnya warga memahami apa yang dimaksud oleh Pemkot. Nanti saya juga akan melakukan sosialisi kepada warga mengenai rumah lawan covid-19 ini agar warga paham," papar Uus, Sabtu (4/3/2020). Sementara itu, Asda I Kota Tangsel Rahmat Salam  menyampaikan bahwa tempat penampungan bagi ODP dalam kasus penyebaran wabah COVID-19 itu akan mulai digunakan dalam waktu dekat ini.

Menurutnya, protes yang diberikan oleh warga itu merupakan hal yang wajar, terlebih dengan rasa ketakutan atas penyebaran COVID-19 ini. "Tadi ada masyarakat menolak, itu biasa saja. Hanya saja tadi ada yang tidak paham, kita berikan pemahaman. Kita tak tau kenapa menolak.  Padahal kecamatan dan kelurahan sudah sedemikian rupa melakukan sosialisasi," tutur Rahmat. .

"Nanti rumah lawan covid-19 ini tujuannya untuk memutus rantai penyebaran virus corona, nanti masyarakat yang berstatus ODP Corona bisa dibawa ke sini untuk diperiksa. Jika nanti sudah dinyatakan sembuh dipersilahkan pulang lagi," terangnya. Untuk mekanismenya, nantinya tim gugus tugas dan tim medis akan melakukan penjemputan kepada warga yang berstatus ODP. 

"Nanti mekanismenya tim gugus tugas dan tim medis akan menjemput warga berdasarkan data dari Puskesmas dan Rumah Sakit. Tidak ada biaya bagi warga ber KTP Tangsel," pungkasnya.(DBI/HRU)

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

OPINI
Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Korupsi dan Politik Pilih-Pilih Standar Global

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:42

Wacana redefinisi korupsi yang dilemparkan oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memicu kegaduhan baru di ruang publik. Pemerintah mengusulkan agar penegakan hukum tindak pidana korupsi bergeser mengikuti standar global

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill