Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
Sabtu, 12 September 2026 | 17:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com-Kali angke yang melintasi Perumahan Villa Pamulang, Kota Tangerang Selatan meluap. Debit air yang deras menghantam jembatan yang ada di lokasi hingga runtuh (ambrol).
Relawan OKP Ganespa Andi Anoy menyebut, akibatnya saat ini akses warga dari Pamulang ke Rawa Kalong, Bogor tak terputus. Warga tidak bisa melintas melalui lokasi tersebut.

Dijelaskan Andi, hal itu disebabkan oleh derasnya air kali yang menyebabkan pemukiman warga juga terendam.
"Genangan air sepinggang orang dewasa. Ini volume air Kali Angke makin tinggi," kata Andi Anoy, Sabtu (18/4/2020).
Menurut informasi yang dihimpun, bencana banjir ini datang tanpa diduga. Sebab, tak disertai hujan sebelumnya. Andi menduga bahwa derasnya air merupakan kiriman dari Bogor.
"Enggak ada yang nyangka. Karena enggak ada hujan. Ada informasi tanggul jebol di Curug (Bogor)," sambungnya.
Atas insiden itu, saat ini Andi bersama relawan lainnya pun tengah berupaya mengevakuasi warga. Sejumlah warga penghuni rumah yang lanjut usia dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Sementara, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tangsel. TangerangNews belum berhasil menghubungi pejabat di organisasi perangkat daerah tersebut.(RMI/HRU)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TODAY TAGRevitalisasi Pasar Anyar sudah rampung sejak 2025. Namun, suasana pasar belum seperti yang diharapkan. Sejumlah los masih belum dibuka, dan sebagian pedagang memilih tetap berjualan di luar bangunan.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews