Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
Sabtu, 12 September 2026 | 17:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan skenario tatanan hidup baru (new normal) dampak dari COVID-19 bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia.
Beberapa hal yang harus dilakukan masyarakat dalam skenario tersebut sudah sejak lama dikenal. Sehingga ia berharap, dapat diimplementasikan tanpa banyak kendala.
"Jadi new normal ini adalah (sama dengan) peradaban kita yang lalu. Cuman dengan COVID-19 ini, peradaban yang dianggap enggak up to date itu, sekarang jadi kehidupan baru dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ya seperti salaman kembali seperti ini (tanpa bersentuhan). Kemudian kebiasaan cuci tangan, dalam tradisi Islam itu (diajarkan) wudu. Kemudian hubungan interpersonal sekarang ya harus disiplin lagi kita," ungkap Benyamin kepada TangerangNews, Selasa (26/5/2020).
Meski bukan hal baru, ia berharap masyarakat Tangsel segera bisa kembali beradaptasi dengan tatanan tersebut yang menjadi bagian dari protokol kesehatan agar terhindar dari penularan COVID-19.
"Tidak bisa tiba-tiba membangun peradaban baru, harus dengan ketekunan dan kesabaran, serta harus dibiasain," tambahnya.
Saat ini, Pemkot Tangsel sedang melakukan persiapan memberlakukan new normal yang sedang dalam tahap pembahasan oleh setiap organisasi perangkat daerah (ODP).
"Sedang dalam pembahasan oleh lintas OPD, dan nanti akan dikonsultasikan juga dengan para cendekia-cendekia dari perguruan tinggi," katanya.
Dengan skenario tersebut, Benyamin menginginkan agar warga Tangsel dapat beraktivitas seperti biasa di tengah pandemi COVID-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.(RMI/HRU)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pidato Agus Harimurti Yudhoyono pada peringatan seperempat abad Partai Demokrat tanggal 5 September 2026 yang menyinggung batas waktu kekuasaan langsung menghadirkan berbagai penafsiran.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews