Connect With Us

Belasan Pengajar di Tangsel Terpapar COVID-19

Rachman Deniansyah | Minggu, 23 Agustus 2020 | 16:06

Koordinator Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangsel Suhara Manullang saat di wawancarai awak media, Tangerang Selatan, Minggu (23/8/2020). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Koordinator Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangsel menyatakan terdapat kluster penyebaran COVID-19 yang baru saja terjadi, yakni berada di lingkup pendidikan Tangsel.

"Sekarang sudah mulai clulster ada di Tangsel. Itu cluster pendidikan, bukan murid tapi ke guru dan dosen. Ada lebih dari 10 orang, kira-kira belasan orang," ucap Koordinator Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangsel Suhara Manullang, Minggu (23/8/2020).

Menurut analisisnya, penyebaran di lingkup pendidikan tersebut terjadi lantaran para pengajar tersebut kini masih harus masuk kerja dan berinteraksi di sekolah atau pun kampusnya. 

Pasalnya, sistem pembelajaran jarak jauh melalui daring sementara ini hanya diperuntukkan bagi para siswa dan mahasiswa. 

"Ya berarti ada interaksi di situ. Seidealnya protokol kesehatan, kelalaian dan kekhilafan itu akan selalu ada di manusia. Konsekuensi tadi, kita siap tertular siapapun. Masalah ini jadi perhatian sekolah-sekolah di Tangsel,” ujar Suhara.

Menurutnya, munculnya kluster baru itu membuktikan bahwa pelonggaran yang kini mulai diterapkan di sejumlah wilayah bukanlah tanda bahwa COVID-19 akan usai. 

Namun sebaliknya, ancaman tertular bagi setiap orang akan lebih besar. Untuk itu setiap stakeholder baik pemerintah, perkantoran, ataupun para pengelola tempat usaha lainnya, wajib menciptakan standar penerapan protokol yang baik.

Jadi sekarang setiap orang harus siap untuk tertular. Untuk mencegahnya, prinsip protokol kesehatan utama, seperti pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan harus dilakukan sebagai kebiasan baru. 

"Baik sebagai pencegahan ataupun bila ada yang karyawannya yang terkonfirmasi positif. Bagaimana alur kebijakan perkantoran itu. Alurnya harus jelas dan benar," pungkasnya. (RAZ/RAC)

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

BANTEN
PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

PLN Perluas Ruang Belajar Anak Pulau Panjang lewat Bridge Banten

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:44

Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill