Makan Puas Kuliner Asia Rp188 Ribu, Ada Sushi dan Peking Duck di VIVERE Hotel
Selasa, 15 September 2026 | 14:46
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.
TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan segera melakukan perbaikan dan pelebaran dua ruas jalan pada tahun ini.
Kedua ruas jalan itu, yakni Jalan Buaran-Rawa Buntu di Serpong dan Jalan Bhayangkara di Serpong Utara.
Untuk ruas Jalan Buaran-Rawa Buntu akan dibetonisasi. Saat ini, pada sejumlah titik ruas jalan, memang terpantau dalam kondisi rusak sedang.
Belum lagi, ada juga titik jalan yang bergelombang serta adanya genangan air pada saat hujan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aries Kurniawan mengatakan Jalan Buaran-Rawa Buntu menjadi akses penting masyarakat di wilayah Serpong.
"Ruas jalan ini kan jadi akses masyarakat Tangsel menuju wilayah Bogor lewat Jalan Pasar Jengkol dan menuju Jakarta lewat jalan tol Ulujami - Serpong" kata Aries menjelaskan kepada wartawan.
Lantaran Jalan Buaran-Rawa Buntu ini begitu penting, tak heran jika ruas jalan itu selalu macet terutama saat jam sibuk.

"Volume lalu lintas tinggi, sehingga sering menimbulkan kemacetan," tuturnya.
Dijelaskan Aries, ada dua segmen pekerjaan yang dilakukan di ruas jalan tersebut. Untuk segmen 1 Jalan Rawa Buntu, panjang eksisting 1.350 meter dengan lebar 13 sampai 20 meter. Segmen 2 Jalan Buaran, panjang eksisting 400 meter dengan lebar 5,5 meter.
"Rencana kontruksi jalan beton. Adapun Jalan Rawa Buntu pelebarannya 8-15 meter dan Jalan Buaran pelebarannya 2,5 meter," tandasnya.
Menurut Aries, pada Segmen 1 Jalan Rawa Buntu nantinya akan dibuat enam lajur. Pada enam lajur ini nantinya dibagi tiga lajur kanan dan tiga lajur kiri, dilengkapi dengan utilitas.
Meski begitu, pihaknya saat ini masih menghadapi kendala, yakni masalah pembebasan lahan.
Ada tujuh lokasi yang belum bebas, yakni Upnormal, TB Agung, SPBU BP (british petroleum), rumah makan Gabus Pucung, Kios Terpal dan bengkel motor/tambal ban/ganti oli motor (samping RM Ayam Kremes Bu Condro) serta Bebek Kaleyo.
"Kita berharap pekerjaan akan selesai tepat waktu, 142 hari kalender. Untuk enam titik lahan yang belum dibebaskan, segera selesai. Selanjutnya dapat mengurai kemacetan yang terjadi di ruas jalan ini," tandasnya.
Untuk memfasilitasi pejalan kaki dan menyediakan ruang publik bagi masyarakat, pihaknya juga melakukan pembangunan pedestrian di Jalan Buaran-Rawa Buntu-Kencana Raya. Totalnya sepanjang 2,8 Kilometer kanan dan kiri jalan.

"Nantinya, saluran air akan didesain tertutup di bawah pedestrian dengan kontruksi saluran precast dan pedestrian concrete stamp atau beton pola," tandasnya.
Sementara itu, untuk ruas Jalan Bhayangkara bakal dilakukan pelebaran. Saat ini jalan penghubung wilayah Alam Sutera, Bintaro dan wilayah Ciledug ini masih satu lajur tiap arahnya.
Rencananya, ruas jalan yang melintasi Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdiklantas) Polri ini bakal dibuat 2 arah, 1 arah terdapat 2 lajur.
"Volume lalulintas di Jalan Bhayangkara ini sangat tinggi dan menimbulkan kemacetan. Sehingga pelebaran jalan mutlak diperlukan. September ini mulai dikerjakan," katanya.
Aries menambahkan kondisi eksisting ruas jalan, memiliki lebar 6 meter dengan panjang 1,4 kilometer. Dari lebar eksisting 6 meter akan dilebarkan 6,5 meter menjadi 12,5 meter.
Pelebaran jalan tersebut akan dibangun sepanjang 400 meter dari Masjid Alam Sutera hingga Pusdiklat Polri. "Dengan 2 arah, 1 arah ada 2 lajur. Untuk kontruksinya nanti akan dibetonisasi," tandasnya. (RAZ/RAC)
VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan pilihan makan siang akhir pekan melalui program “All Around Asia” di Yin & Yum All Day Dining.
TODAY TAGParamount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews