Seorang pria Chairul Anwar, 22, mahasiswa Tangsel tewas bersimbah darah di Jalan Ir H Djuanda, Kecamatan Ciputat, Selasa (15/9/2020) malam. (@TangerangNews / Istimewa)
TANGERANGNEWS.com-Guyuran hujan yang turun sejak sore hingga malam hari membuat jalan di wilayah Tangerang Selatan menjadi basah dan licin.
Kondisi ini pun sempat memakan korban. Seperti kecelakaan maut yang menewaskan Chairul Anwar, 22, mahasiswa Tangsel di Jalan Ir H Djuanda, Kecamatan Ciputat, Selasa (15/9/2020) malam.
Akibat tergelincur di jalan yang licin itu, korban yang melintas dari arah Jakarta menuju Tangsel itu kehilangan kendalinya.
"Diduga korban kurang hati-hati pada kondisi jalan yang licin sehabis hujan, sehingga korban tergelincir dan terjatuh," ujar Kanit Laka Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tangsel Iptu Dady Arsha saat dikonfirmasi, Rabu (16/9/2020).
Nahasnya saat tergelincir itu, korban diduga sedang ingin mendahului kendaraan roda empat berjenis bus. "Korban tergelincir dan jatuh di sisi kiri bus," imbuhnya.
Akibat insiden itu, korban mengalami cidera serius di bagian kepala dan kehilangan nyawanya.
"Korban tewas karena mengalami cidera pada bagian kepala. Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUP Fatmawati," jelas Dady.
Sementara itu, hingga saat ini kendaraan bus yang hendak didahului korban saat kejadian terjadi belum diketahui identitasnya, karena langsung melarikan diri. (RAZ/RAC)
Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.
Setelah melalui serangkaian seleksi yang melibatkan lebih dari 300 tea-rista dari ratusan gerai di berbagai daerah, Chatime akhirnya menetapkan pasangan asal Bintaro dan Surabaya sebagai pemenang Chatime Tea-rista Competition 2026.
SMK Budi Luhur melakukan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kreatif nasional dengan melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif di Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""