Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan dikepung ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus, Kamis (8/10/2020).
Ratusan mahasiswa tersebut berasal dari sejumlah organisasi, seperti PMII, HMI, KAMMI, GMNI, SEMMI, IMM, dan Hikmahbudhi.

Tiba sekitar pukul 13.30 WIB, ratusan mahasiswa tersebut langsung merapatkan barisan dan mulai menyuarakan tuntutannya.
Dipimpin oleh mobil komando, ratusan mahasiswa perlahan mulai mendekat ke arah gerbang Gedung DPRD Tangsel.
Sesekali terdengar terdengar menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan menyerukan sumpah mahasiswa.
Sementara dari mobil komando, salah satu pemimpin aksi menuntut untuk bertemu oleh para pimpinan DPRD Tangsel.
"Kami ingin bertemu oleh Ketua dan Wakil Rakyat kami. Jika tidak, kami akan terus bertahan dan duduk di sini (Gedung DPRD Tangsel)," ujar salah satu pemimpin aksi.
Saat ini, mereka masih tertahan di luar gerbang gedung DPRD Tangsel. Mereka pun memaksa masuk hingga kericuhan hampir terjadi.(RAZ/HRU)
TODAY TAGPeringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews