Connect With Us

Terjun ke Lokasi Banjir, Benyamin : Keselamatan & Kesehatan Masyarakat Harus Terjamin

Rachman Deniansyah | Sabtu, 20 Februari 2021 | 16:09

Banjir di Kampung Kayu Gede RW 04, Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Sabtu (20/2/2021). (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie terjun langsung memantau sejumlah titik banjir yang terjadi akibat guyuran hujan deras yang melanda, sejak Jumat (19/2/2021). 

 

Salah satu lokasi yang ditinjau, yakni lokasi terparah dengan kedalaman hingga hampir dua meter yang terjadi Kampung Kayu Gede RW 04, Paku Jaya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Sabtu (20/2/2021). 

 

Kunjungan tersebut dilakukan di sela waktu penetapan dirinya sebagai Wali Kota Tangsel terpilih oleh KPU Tangsel, Sabtu (20/2/2021) pagi. 

 

"Ya tadi saya sebelum penetapan KPU, saya turun ke Pondok Aren memantau titik banjir. Setelah itu saya mengejar, setelah selesai (penetapan), saya langsung ke titik banjir di sini. Saya kembali sebagai Wakil Wali Kota," ujar Benyamin di lokasi banjir. 

 

Tinjauan tersebut dilakukan dirinya, guna memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat terdampak banjir. 

 

"Untuk memastikan bahwa pemerintah hadir. Serta keselamatan dan kesehatan masyarakat harus terjamin," ungkapnya. 

 

Pantauan TangerangNews.com, Benyamin yang didampingi oleh Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin,  terjun ke lokasi banjir dengan menggunakan perahu karet. 

 

Ia memastikan kondisi warganya dengan berkeliling menyusuri seluruh rumah yang terendam air sedalam hampir dua meter. 

 

"Menjamin masyarakat selamat dari bencana banjir ini, yang pertama selamatnya dalam aspek kesehatan. Mereka kalau yang perlu mengungsi, diungsikan oleh RT dan RW ," tuturnya. 

Untuk menjamin kesehatan warga nya di tengah kepungan banjir, Benyamin telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera bergerak memberikan bantuan terhadap masyarakat terdampak. 

 

"Harus dijamin bahwa tidak ada yang gatal- gatal, saya sudah instruksikan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas harus antisipasi saat banjir ini dan pascabanjir nanti," katanya. 

 

"Saya sudah minta ke BPBD dan Dinsos untuk membantu drop, bukan makannya tapi alat pel, sabun dan pewanginya karena harus bersih," imbuhnya. 

 

Dalam pantauannya tersebut, Benyamin juga menyempatkan dirinya untuk menyapa warga yang masih bertahan di rumahnya, meski terendam banjir. Ia memastikan pasokan makanan warga tetap tersedia.

 

Untuk ke depannya, Benyamin menegaskan akan fokus memperbaiki saluran drainase dan penyediaan pompa air guna mencegah terjadinya kembali banjir tersebut. 

 

"Itu harus dianggarkan dan dialokasikan di anggaran Dinas PU untuk penambahan. Memang diperlukan penambahan titik pompa air. Berapa jumlahnya saya belum ada informasinya," pungkasnya.

KAB. TANGERANG
Banjir di 2 Desa Mekar Baru Lumpuhkan Aktivitas 2.029 Warga

Banjir di 2 Desa Mekar Baru Lumpuhkan Aktivitas 2.029 Warga

Rabu, 4 Februari 2026 | 22:39

Banjir menerjang dua desa di Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang pada Rabu 4 Februari 2026. Akibatnya, aktivitas 2.029 warga yang terdampak lumpuh total.

TANGSEL
Menteri LH Turun Tangan Bersihkan Sampah di Serpong Tangsel

Menteri LH Turun Tangan Bersihkan Sampah di Serpong Tangsel

Rabu, 4 Februari 2026 | 17:21

Menteri Lingkungan Hidup (LH) / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq turun langsung melakukan penyisiran dan pembersihan sampah di sepanjang Jalan Raya Serpong, Rabu 4 Februari 2026.

BANTEN
PLN Gelar Edukasi Pencegahan Kebakaran untuk Warga Baduy di Kawasan Adat Kanekes Lebak Banten

PLN Gelar Edukasi Pencegahan Kebakaran untuk Warga Baduy di Kawasan Adat Kanekes Lebak Banten

Rabu, 4 Februari 2026 | 16:26

Upaya menjaga keamanan dan kenyamanan kawasan wisata adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, dilakukan melalui kegiatan edukasi pencegahan kebakaran yang melibatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill