Connect With Us

Reses di Tangsel, Yudi Serap Aspirasi Orangtua Inginkan Sekolah Kembali Normal

Rachman Deniansyah | Jumat, 5 Maret 2021 | 21:47

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo saat reses di Kota Tangerang Selatan. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo memaksimalkan masa resesnya dengan menyerap seluruh aspirasi warga di daerah pilihnya, Kota Tangerang Selatan.

 

Dalam tugasnya tersebut, ia menyambangi tujuh Kecamatan yang tersebar di wilayah Tangsel. 

 

Kesempatan itu pun tak disia-siakan olehnya. Wakil rakyat dati Fraksi Gerindra tersebut menampung seluruh keluhan dan aduan yang datang dari masyarakat.

Yudi mengatakan, dalam setiap kunjungannya tersebut, banyak sekali keluhan yang diterimanya, terutama dari para orangtua.

 

Mereka, kata Yudi, sangat menginginkan anak-anaknya untuk kembali bersekolah dengan normal, yakni dengan sistem tatap muka. 

 

"Aspirasi didominasi oleh adanya harapan masyarakat untuk sekolah segera diaktifkan kembali," ujar Yudi, Jumat (5/3/2021). 

 

Selama pandemi ini, para orang tua mengaku telah merasa lelah dengan kegiatan belajar mengajar secara daring.

 

"Karena di sisi lain, banyak orang tua yang bekerja. Selain itu juga mereka mengeluh dengan urusan sulitnya paket kuota internet," paparnya. 

Kondisi demikian, kata Yudi, tentunya harus segera disikapi oleh pemerintah. 

 

"Sesuai komitmen saya. Saya akan selalu mengawal aspirasi aspirasi masyarakat Banten, khususnya masyarakat Tangerang Selatan," tuturnya. 

 

Untuk itu, Yudi juga mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. 

 

Ia mengimbau agar masyarakat selalu patuh terhadap protokol kesehatan, dan tidak takut untuk divaksin. 

 

"Karena program yang sedang dijalankan pemerintah ini merupakan bentuk ikhtiar dalam menyelesaikan permasalahan yang saat ini sedang terjadi. Kekhawatiran akan bahaya vaksin yang beredar dengan adanya hoaks di tengah masyarakat. Vaksin tidak membahayakan kok. Efeknya hanya pegal sedikit (wajar) saja," pungkasnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANTEN
Cadangan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Pemprov Jamin Kebutuhan Industri

Cadangan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Pemprov Jamin Kebutuhan Industri

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:37

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyatakan ketersediaan energi listrik di wilayahnya saat ini berada dalam kondisi surplus sebesar 30 persen dari total kapasitas daya tampung pemakaian.

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill