Connect With Us

Setelah Diolok-olok Warganet, Tugu Pamulang Mirip Toren Ditutup

Rachman Deniansyah | Rabu, 14 April 2021 | 14:12

Tugu Pamulang yang berlokasi di persimpangan Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten berencana akan menutup sementata Tugu Pamulang yang berlokasi di persimpangan Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan. 

Hal demikian dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten M. Tranggono saat dikonfirmasi. 

"Saya sudah perintahkan teman-teman di lapangan untuk menutup dengan seng. Jadi hanya sekitar tugunya saja," ujar Tranggono, Rabu (14/4/2021).

Tranggono menjelaskan, penutupan itu berfungsi sebagai penanda bahwa tugu Pamulang akan segera diperbaiki lagi. Dengan kata lain, proses pembangunan tahap selanjutnya akan segera dilakukan. 

"Jadi menunjukan bahwa proyek ini belum selesai. Karena kan masih akan ada tahap selanjutnya terkait revitalisasi," ucap Tranggono.

Tugu Pamulang yang berlokasi di persimpangan Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan.

Baca Juga :

Dengan demikian, Tranggono berharap agar tak ada lagi masyarakat yang beranggapan bahwa Tugu Pamulang, tidak sesuai ekspektasi. 

"Agar masyarakat juga paham bahwa itu belum selesai. Bahwa proyek ini masih akan berjalan. Supaya orang tidak salah sangka," harapnya.

Sementara itu, Tranggono juga akan merelokasi tanaman yang ada di sekitar tugu. Tanaman tersebut akan dipindahkan sementara. 

"Mungkin tanamannya itu nanti sebagian kami akan simpan," tandasnya. 

Pantauan TangerangNews.com di lokasi, sekitar pukul 12.29 WIB tugu Pamulang belum ditutup. Namun sudah terlihat sejumlah aktivitas pekerjaan di tugu berwarna putih kusam tersebut. 

Terlihat pula, mobil berplat merah milik Dinas PUPR Provinsi Banten terparkir dengan membawa sejumlah barang, seperti kayu, karung, dan lainnya. (RED/RAC)

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

BANTEN
Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:49

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill