Connect With Us

Korban KDRT di Serpong Dilarang Bertemu Bayinya, KPAI: Pelanggaran Hak Anak

Rachman Deniansyah | Selasa, 20 April 2021 | 15:59

Tampak luka cekik pada leher korban KDRT berinisial N (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Sudah jatuh tertimpa tangga. Hal itulah yang dirasakan oleh ibu muda berinisial AN, 29 di Serpong, Kota Tangerang Selatan. 

Selain menjadi korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyebabkan dirinya babak belur, AN juga dilarang menemui buah hati yang baru dilahirkannya sekitar sebulan lalu. 

Larangan untuk bertemu anaknya itu dilakukan oleh suaminya sendiri. Orang yang juga membuatnya babak belur akibat dihajar hanya karena meminta untuk dibelikan kacang, saat proses pumping atau pompa ASI untuk anaknya itu. 

Kejadian pilu itu sontak membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat bicara. 

Anggota KPAI,  Jasra Putra sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Pasalnya, lagi dan lagi anaklah yang menjadi korban dalam pertengkaran rumah tangga ini. 

Terlebih, anak yang diketahui masih berusia satu bulan itu, masih sangat membutuhkan ASI ekslusif dari sang ibu, yang merupakan korban dari kejadian ini.

"Pertama, kita sangat menyayangkan dugaan kekerasan yang terjadi oleh suami kepada istrinya. Akibat peristiwa ini anak pada akhirnya tidak mendapatkan haknya secara utuh terkait pemberian ASI ekslusif yang bisa mempercepat tumbuh kembang anak secara baik," ungkap Jasra keada TangerangNews.com saat dihubungi, Selasa (20/4/2021). 

Baca Juga :

Dengan tegas, Jasra pun mengatakan bahwa perbuatan menghalang-halangi ibu dengan buah hatinya yang masih memerlukan ASI merupakan pelanggaran hak anak. 

Sebab Undang-undang Perlindungan Anak menyatakan bahwa setiap anak berhak diasuh dan dibesarkan oleh orang tuanya dan memiliki hak untuk mengetahui siapa orang tuanya. 

"Maka segala upaya menghalang-halangi akses bertemu tersebut, merupakan bentuk pelanggaran hak anak," tegas Jasra. 

Dengan demikian, pihaknya akan melakukan pengawasan agar memastikan seluruh pihak dapat menyelesaikan persoalan ini. 

"Terutama bagaimana memastikan bayi tersebut berada dalam kondisi sehat dan mendapatkan haknya secara baik dari orang tuanya," imbuhnya. 

Ia pun mendorong untuk dinas terkait dapat melakukan pendampingan terhadap korban. 

"Ketiga, kita minta dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan pendampingan dan asesment kepada keluarga, termasuk ibu yang baru melahirkan untuk memastikan adanya pendampingan psikis korban agar kembali pulih dari trauma yang dialami," pungkasnya. (RAZ/RAC)

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

PROPERTI
Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Peritel Makin Selektif Pilih Lokasi Usaha, Summarecon Serpong Perkuat Ekosistem Kawasan

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:54

Besarnya arus kendaraan di suatu kawasan dinilai tidak lagi menjadi satu-satunya tolok ukur utama bagi pelaku usaha ritel dalam menentukan lokasi ekspansi bisnis.

TANGSEL
Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08

Kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat bayi perempuan di teras Klinik Amalia, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill