Bertanding Hanya dengan 9 Pemain, Persita Kalah 0-2 dari Borneo FC
Rabu, 6 Mei 2026 | 08:38
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
TANGERANGNEWS.com-Kasus COVID-19 yang meningkat tajam membuat Pemerintah Kota Tangerang Selatan harus kembali menarik rem darurat, guna menekan penyebaran kasus.
Hal demikian dikatakan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat ditemui di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangsel, Senin, 21 Juni 2021.
Untuk itu melalui surat edaran yang terbaru, Pemkot Tangsel kembali melarang sejumlah kegiatan yang sebelumnya sempat diperbolehkan dengan pembatasan.
"Ya dalam surat edaran yang baru, saya melarang kegiatan resepsi pernikahan atau kegiatan-kegiatan sosial yang lain," paparnya.
Selain itu di dalam surat edaran tersebut, Benyamin meminta kepada tim Satuan Tugas COVID-19 hingga tingkat terbawah untuk meningkatkan fungsi pengawasan lebih ketat lagi.
Terutama jika ada kegiatan yang dapat mengundang kerumunan masyarakat, seperti penyelenggaraan kegiatan seni, budaya, lomba burung di kawasan perumahan atau permukiman.
"Kemudian yang lain-lain masih belum boleh dioperasikan, seperti kolam renang, wisata air masih belum kami buka," katanya.
Kemudian untuk batas jam dine-in di restoran dan rumah makan yang sebelumnya pukul 21.00 WIB menjadi pukul 20.00 WIB. "Kemudian take away sampai dengan jam 24.00 WIB," imbuh Benyamin.
Sementara itu untuk sistem pembelajaran, Benyamin menegakan bahwa sekolah tetap akan dilakukan secara daring.
Hal itu dilakukan guna menghindari adanya klaster baru penyebaran COVID-19 di wilayahnya.
"Iya agar tidak ada klaster, kemudian klaster kerumunan sosial," pungkasnya. (RAZ/RAC)
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
TODAY TAGMassa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang kembali menindak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sejumlah titik strategis.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews