Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com-Memasuki pergantian musim atau pancaroba, kasus penularan demam berdarah dengue (DBD) kini mulai menghantui masyarakat. Tak terkecuali di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Hal itu pun terbukti dengan adanya peningkatan jumlah pasien DBD yang kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangsel.
Kepala Seksi Pelayanan Medis RSU Kota Tangsel, Ronald Adrianto mengakui hal tersebut. Sejak Agustus lalu, pihaknya telah merawat sebanyak 43 pasien yang terinfeksi virus dari gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.
"Bulan Agustus kemarin itu kami merawat sekitar 22 pasien. Dan untuk September ini dari tanggal 1, itu sudah 21 pasien dirawat," ujar Ronald kepada awak media, Jumat, 17 September 2021.
Puluhan pasien tersebut mayoritas berusia dewasa. Kondisinya pun dapat terjaga dengan baik tanpa mengalami kondisi yang buruk.
"Ya untuk pasien yang dirawat dan datang ke UGD itu pasien dengan grade 1, bukan dengan kondisi yang berat," terangnya.
Kasus DBD ini, diakui Ronald telah mengalami peningkatan. Namun demikian, ia berharap agar penularan kasus DBD ini dapat terkontrol dengan baik.
"Ya untuk pasien, memang baru setengah bulan saja sudah 21 orang. Mudah-mudahan sih tidak ada peningkatan yang terlalu tinggi," harapnya.
Untuk itu, di tengah pergantian musim ini, ia mengimbau kepada masyarakat untuk kembali menerapkan pola 3M plus.
"Tetap Membersihkan kamar mandi, Menguras, dan Mengubur atau Mendaur ulang barang yang sudah tak terpakai (3M). Kemudian untuk pola hidup sehat, seperti biasa harus menjaga asupan gizi seimbang, istirahat cukup, dan jaga kesehatan," pungkas Roland.
TODAY TAGPergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews