Connect With Us

DLHK Pertanyakan Parameter BMKG soal Ciputat Tangsel Terpanas di Indonesia

Rahmat Hidayat | Selasa, 17 Mei 2022 | 21:53

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLHK Kota Tangsel Carsono. (@TangerangNews / Rahmat Hidayat)

TANGERANGNEWS.com-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Tangerang Selatan mempertanyakan tolok ukur Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebut wilayah Ciputat, Tangsel sebagai kota terpanas di Indonesia pada beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLHK Kota Tangsel Carsono mengatakan, panas yang terjadi di Ciputat merupakan kondisi yang fluktuatif karena suhu panas yang terjadi tidak secara terus menerus.

''Sekarang panas yang paling tinggi di Indonesia bukan di Banten lagi tapi di Tanjung Perak berada di 0,4 drajat, lebih tinggi dibanding suhu Ciputat yang periode 1 sampai 14 Mei ini, kan kalau begini jangan dibilang Tangsel terpanas, ini fluktuatif berkembang terus,'' terangnya.

Pihaknya merasa bingung Ciputat Tangsel disebut sebagai kota terpanas, pasalnya di Ciputat sendiri tidak ada pabrik yang menghasilkan emisi yang berlebihan yang menjadi sebab suhu panas tinggi.

Menurut dia, Tangsel tidak dalam kondisi yang mengkhawatirkan karena cuaca yang terjadi fluktuatif tidak bisa selalu dikatakan daerah terpanas, karena Tangsel bukanlah perlintasan jalur katulistiwa yang akan stag di satu kondisi.

''Udara panas yang dinyatakan oleh BMKG ini yang sedang saya pertanyakan ke BMKG bisa ada pertanyaan seperti itu dasarnya dari apa, apakah ada alat ukur untuk itu atau bagaimana, itu yang belum saya paham,'' tutur dia.

Jadi, sambung Carsono, kalau hari ini dibilang terpanas belum tentu sore harinya akan seperti itu.

DLHK pun memastikan dengan target penghijauan kota 30% yang dilakukan maka suhu panas yang terjadi di Ciputat tidak bisa dikatakan karena kurangnya lahan penghijauan.

BISNIS
Amani Emas Hadir di Pasar Lama Tangerang, Layani Jual Beli hingga Gadai Emas

Amani Emas Hadir di Pasar Lama Tangerang, Layani Jual Beli hingga Gadai Emas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:27

Masyarakat Kota Tangerang kini memiliki pilihan baru untuk menjual maupun menggadaikan emas.

TANGSEL
Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Korban Ledakan Pasar Cimanggis Luka Bakar 82 Persen, Pemkot Tangsel Tanggung Biaya Pengobatan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:54

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memastikan mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026, malam.

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill