Connect With Us

Suami Penganiaya Istri di Serpong Tangsel Tak Ditahan, Pakar: Pelaku Bisa Ulangi Perbuatannya

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 15 Juli 2023 | 09:18

Tangkapan layar aksi penganiayaan suami terhadap istri di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Rabu, 12 Juli 2023 (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Sejumlah pakar menilai keputusan untuk tidak menahan BJ, 38, pelaku yang menganiaya istrinya sendiri TM, 20, di perumahan Serpong Park Cluster Diamond, Kota Tangerang Selatan, pada Rabu, 12 Juli 2023, berpotensi dapat mengulangi perbuatannya.

Hal itu disampaikan oleh Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar. 

Menurut Fickar, BJ sudah sepatutnya ditahan menimbang alasan obyektif berupa Undang-Undang ancaman pidana terhadap pelaku.

Dikatakan Fickar, pelaku masih berpotensi untuk mengulangi perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap istrinya sendiri.

"Dalam konteks peristiwa di atas dikhawatirkan (pelaku) mengulangi perbuatannya, menganiaya istrinya. Jadi, (sudah) menenuhi syarat obyektif untuk ditahan," ujarnya dikutip dari kompas.com, Sabtu, 15 Juli 2023.

Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Siti Aminah Tardi mengatakan, selain ditinjau dari sisi obyektif perlu juga pertimbangan dari sisi subyektif.

"Keduanya harus menjadi pertimbangan, tidak semata-mata ancaman pidananya," ucapnya.

Siti menjelaskan, alasan subyektif merupakan penilaian apakah tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan bukti.

Berdasarkan kasus-kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebelumnya, biasanya pelaku dan korban justru tinggal bersama dalam satu rumah.

Tentunya, kata Siti, hal ini sangat berpotensi memberikan peluang kepada pelaku untuk kembali mengulangi perbuatannya hingga menghilangkan barang bukti.

"Termasuk akan memperburuk dampak terhadap korban karena harus bertemu pelaku. Atas pertimbangan ini, maka sebaiknya tersangka ditahan," katanya.

Adapun terkait alasan pelaku tidak ditahan, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan Iptu Siswanto menyatakan hal ini merujuk pada pasal yang dikenakan terhadap BJ.

BJ disangkakan dalam Pasal 44 ayat 4 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). 

Pasal tersebut berbunyi, "Dalam hal perbuatan (KDRT) yang dilakukan oleh suami terhadap istri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp 5.000.000,00 (lima juta rupiah)". 

Siswanto menyebut, pelaku KDRT baru bisa ditahan jika korban mengalami luka berat maupun meninggal dunia, dengan catatan pelaku bukan suami atau istri.

Untuk itu, Siswanto menegaskan pelaku tidak ditahan bukan karena alasan tindak pidana ringan (tipiring), tetapi pelaku dan korban merupakan pasangan suami istri.

"Jadi (karena) Pasal 44 ada 4 ayat. Ayat 1 bisa ditahan tapi tidak dilakukan oleh suami atau istrinya. Kalau pelakunya suami atau istrinya, maka berlaku ayat yang ke-4," jelasnya.

Meski begitu, BJ masih dapat ditahan jika pasal yang dikenakan dijunctokan Pasal 90 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). 

Namun, pihak kepolisian masih belum memberlakukan pasa tersebut lantaran menunggu hasil visum dari korban.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

KOTA TANGERANG
Tragis! Wanita di Neglasari Tewas Dibacok Pedagang Warung Madura Sebanyak 26 Kali Gegara Utang

Tragis! Wanita di Neglasari Tewas Dibacok Pedagang Warung Madura Sebanyak 26 Kali Gegara Utang

Selasa, 22 September 2026 | 22:27

Kasus pembunuhan tragis akibat masalah utang piutang terjadi di Jalan Irigasi, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill