Cek Loker hingga Harga Bahan Pokok Kini Bisa Lewat Aplikasi Tangsel One
Senin, 5 Oktober 2026 | 18:54
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TANGERANGNEWS.com- Aplikasi pemantau kualitas udara Nafas melaporkan polusi di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) masih mengkhawatirkan.
Bahkan, dalam periode Agustus 2023 dampak polusi udara di Kecamatan Serpong, Tangsel, bagi warga seperti menghisap 117 batang rokok.
Angka tersebut merupakan peningkatan dari laporan sebelumnya pada Juli 2023, dimana tercatat angka konsentrasi particulate matter (PM) 80 μg/m3 atau setara 112 batang rokok.
Sementara saat ini, angka PM di Tangsel mengalami peningkatan menjadi 83 μg/m3.
Di posisi kedua, kualitas udara terburuk ditempati wilayah Babakan, Kota Tangerang dengan tingkat polusi seperti menghirup 106 batang rokok.
Hal yang serupa pun dialami warga Kecamatan Pamulang, Tangsel lantaran kondisi udara yang belum menunjukkan tanda-tanda membaik dengan perhitungan seperti merokok 96 batang selama sebulan.
Dalam daftar 10 wilayah paling berpolusi periode Juli 2023, Tangsel menempati urutan pertama.
Untuk diketahui, perhitungan kualitas udara tersebut menggunakan metode pengukuran jumlah ekuivalen rokok berdasarkan rata-rata polusi PM 2.5 dalam sehari 22 μg/m3, yakni setara dengan satu batang rokok.
Berikut 10 kota paling berpolusi selama Juli 2023 berdasarkan rilisan Nafas Indonesia dikutip dari detik.com, Minggu, 9 September 2023:
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
TODAY TAGPolresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Seorang calon penumpang menjadi korban pengeroyokan dan penusukan dua kernet bus di depan Indomaret RS Sari Asih, Kota Serang, Banten.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews